Jakarta (tutur.co.id) — Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkenalkan layanan IDX Hotdesk sebagai kanal komunikasi terintegrasi guna memperkuat keterlibatan pelaku pasar sekaligus meningkatkan transparansi industri pasar modal.
Peluncuran ini merupakan kolaborasi BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Inisiatif ini menjadi bagian dari rangkaian reformasi untuk meningkatkan kredibilitas, akuntabilitas, dan kepercayaan investor.
IDX Hotdesk hadir sebagai sarana akses informasi dan konsultasi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pelaku pasar, sekaligus menjadi wadah komunikasi dua arah antara regulator dan pemangku kepentingan.
Langkah ini melanjutkan empat agenda strategis reformasi transparansi yang telah dijalankan, yakni penyediaan data kepemilikan saham di atas 1%, pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), penguatan klasifikasi investor oleh KSEI, serta peningkatan batas minimum free float menjadi 15%.
Melalui layanan ini, BEI berharap keterlibatan pelaku pasar semakin meningkat, sekaligus membuka ruang bagi penyampaian masukan secara lebih terstruktur guna mendukung pengembangan pasar modal yang lebih sehat dan berdaya saing global.
Sebelumnya, BEI bersama OJK dan KSEI telah melakukan sosialisasi kepada pelaku industri dan publik, baik secara langsung maupun daring, untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan responsif terhadap kebutuhan pasar.

