Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
  • Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Bahlil Bicara Blak-blakan, Impor Solar Mau Disudahi

Bahlil Bicara Blak-blakan, Impor Solar Mau Disudahi

Makro Alpin Pulungan13 Januari 2026 / 07:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Bahlil menyebut impor solar bakal dihentikan tahun ini seiring produksi domestik meningkat dan Indonesia berpotensi mencatat surplus solar. Foto: IG @bahlillahadalia
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Balikpapan bukan cuma jadi saksi peresmian kilang. Di kota minyak itu, pemerintah datang membawa kabar yang terdengar seperti cerita lama yang akhirnya jadi nyata. Indonesia, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, sedang bersiap menutup keran impor solar, bukan tahun depan, tapi tahun ini.

Selama bertahun-tahun, solar selalu jadi cerita tentang ketergantungan. Konsumsi tinggi, produksi tertinggal, impor tak terelakkan. Namun hitungan terbaru pemerintah menunjukkan arah yang berbalik. Tahun ini, konsumsi solar nasional diperkirakan menyentuh angka 38 juta kiloliter. Dari jumlah itu, sekitar 5 juta kiloliter sebelumnya masih harus didatangkan dari luar negeri.

Masalahnya, angka itu kini tak lagi menakutkan. Produksi solar dalam negeri, menurut Bahlil, sudah cukup untuk menutup celah tersebut. Bahkan, bukan sekadar menutup, tapi berlebih.

“Impor (solar) kita tinggal 5 juta kl, jadi sudah tertutupi. Bahkan, surplus 1,4 juta kl,” ujar Bahlil di Balikpapan, Senin (12/1), dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM.

Surplus ini, kata dia, bukan hasil sulap semalam. Ada dua faktor utama yang jadi penopangnya. Yang pertama datang dari kebijakan energi yang sejak beberapa tahun terakhir pelan-pelan digeser. Pemerintah akan menaikkan porsi biodiesel menjadi B50 tahun ini, melanjutkan langkah sebelumnya di B40.

Dengan komposisi 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar, biodiesel B50 otomatis menekan kebutuhan solar fosil. Semakin besar campuran minyak sawit, semakin kecil pula ketergantungan pada solar murni. Bagi pemerintah, ini bukan cuma soal energi, tapi juga soal arah industri dan kemandirian.

Faktor kedua datang dari sisi infrastruktur. Kilang Balikpapan yang diresmikan hari ini diproyeksikan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri. Kilang ini ditargetkan mampu menghasilkan 1,8 juta kiloliter solar per tahun. Efek lanjutannya bukan cuma menambah pasokan, tapi juga mengurangi beban impor yang selama ini menggerogoti neraca.

Baca Juga  Presiden Turunkan Harga Gas Industri demi Jaga Daya Saing dan Tekan Biaya Produksi

“Alhamdulilah atas perintah Bapak Presiden, mulai sekarang yang kita bicarakan ini tidak ada lagi impor solar ke depan,” jelas dia.

Namun cerita surplus ini tetap punya catatan kaki. Solar yang dimaksud Bahlil adalah solar dengan spesifikasi cetane number 48, standar yang paling banyak dipakai untuk kebutuhan umum. Untuk solar dengan cetane number 51, yang biasa dipakai sektor industri, Indonesia masih harus mengimpor, meski volumenya jauh lebih kecil.

Jumlahnya sekitar 600 ribu kiloliter. Angka ini, menurut Bahlil, juga tidak akan dibiarkan terlalu lama. Pemerintah sudah meminta Pertamina untuk menyiapkan langkah agar impor solar jenis ini bisa dihentikan.

“Sementara (solar) C51, impor kita itu hanya 600 ribu kl. Nanti di semester kedua, saya minta Pertamina untuk membangun agar tidak kita impor,” tutupnya.

Jika semua berjalan sesuai rencana, cerita tentang solar tak lagi soal impor, melainkan soal bagaimana Indonesia mengelola kelebihan produksinya sendiri. Sebuah babak baru, setidaknya di atas kertas, sedang disiapkan.

Bahlil Lahadalia BBM Indonesia energi nasional impor solar surplus solar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePresiden Prabowo Akui Malu Praktik Mark Up Masih Terjadi
Next Article Kilang Balikpapan Resmi Beroperasi, Bahlil Sebut Devisa RI Bisa Hemat Rp60 Triliun

Berita Lainnya

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB

Groundbreaking Proyek Gas Abadi Masela Dimulai, Investasi Rp390 Triliun Diproyeksi Hasilkan Penerimaan Negara Rp682,5 Triliun

16 Juli 2026 / 15:19 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan DEN di Hambalang, Apa yang Dibicarakan?

14 Juli 2026 / 22:01 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan Tarif Pajak Tidak Naik, Ini Strategi Barunya

14 Juli 2026 / 12:36 WIB

Imbas Manis Coretax: Setoran Pajak Melejit, Kepatuhan SPT Tinggi

13 Juli 2026 / 13:32 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Mengenal Agrinas Pangan Nusantara, Heboh Impor Kendaraan dari India

Toto Pribadi23 Februari 2026 / 14:40 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.