Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»AS Mulai Jual Minyak Venezuela, Dana US$ 500 Juta Dialirkan Lewat Qatar

AS Mulai Jual Minyak Venezuela, Dana US$ 500 Juta Dialirkan Lewat Qatar

Energi & Tambang Gusti Tetiro17 Januari 2026 / 08:34 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Salah satu ladang minyak di Venezuela (Foto: Reuters)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington, DC (tutur.co.id) — Pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai menjual minyak mentah Venezuela menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1). Penjualan perdana minyak tersebut mencapai nilai sekitar US$ 500 juta atau setara Rp 8,43 triliun (kurs Rp 16.863 per dolar AS).

Seorang pejabat pemerintahan AS mengungkapkan, penjualan ini baru tahap awal dan volume tambahan diperkirakan akan menyusul dalam beberapa hari ke depan. Langkah ini menandai babak baru keterlibatan AS dalam pengelolaan aset energi Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia namun tengah dilanda krisis politik dan ekonomi berkepanjangan.

Juru Bicara Gedung Putih Taylor Rogers mengatakan, pemerintahan Trump tengah membuka ruang dialog dengan perusahaan-perusahaan energi global guna menghidupkan kembali sektor migas Venezuela.

“Tim Presiden Trump sedang memfasilitasi diskusi positif yang sedang berlangsung dengan perusahaan minyak yang siap dan bersedia melakukan investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memulihkan infrastruktur minyak Venezuela,” ujar Rogers, seperti dilansir CNN, Jumat (16/1/2026).

Namun demikian, ambisi tersebut belum sepenuhnya mendapat sambutan positif dari pelaku industri energi AS. Sejumlah eksekutif minyak menyampaikan keraguan atas kelayakan investasi di Venezuela, terutama terkait kepastian hukum dan komersial.

CEO ExxonMobil Darren Woods menilai, kerangka regulasi yang ada belum memadai untuk menjamin pengembalian investasi.

“Ini tidak dapat diinvestasikan. Ada sejumlah kerangka hukum dan komersial yang harus ditetapkan untuk memahami jenis keuntungan yang akan kita peroleh dari investasi tersebut,” kata Woods dalam pertemuan dengan pejabat Gedung Putih.

Sikap serupa disampaikan oleh beberapa eksekutif energi lainnya. Setelah pertemuan panjang, Presiden Trump dan para pembantunya meninggalkan Gedung Putih tanpa komitmen konkret dari perusahaan minyak AS untuk menanamkan investasi miliaran dolar di Venezuela.

Baca Juga  Konflik AS-Iran Tekan Industri Penerbangan, INACA Usul Kenaikan Tarif dan Fuel Surcharge

Dana Disimpan di Qatar

Berbeda dari praktik umum, dana hasil penjualan minyak Venezuela tidak disimpan di bank-bank AS maupun langsung dikirim ke Caracas. Pemerintah AS memilih Qatar sebagai lokasi penampungan dana sementara.

Bank-bank di Qatar yang memegang dana tersebut diperintahkan untuk menyalurkan uang ke bank-bank Venezuela dengan prioritas penggunaan untuk sektor pangan, obat-obatan, dan usaha kecil.

Direktur Pendiri Ecoanalitica Alejandro Grisanti menjelaskan bahwa aliran dana tersebut tetap berada dalam pengawasan ketat AS.

“Uang itu akan dikumpulkan oleh bank sentral Venezuela dan dialokasikan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan AS,” ujarnya.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa dana tunai hasil penjualan minyak mulai mengalir ke Venezuela sejak Kamis (15/1). Sejumlah bank di Venezuela bahkan telah mengiklankan ketersediaan uang tunai, menandakan dana tersebut telah masuk ke sistem keuangan domestik.

Menurut Bessent, dana itu akan digunakan untuk mendanai operasi pemerintahan, keamanan, serta penyediaan pangan. Presiden Trump menegaskan pentingnya hasil penjualan minyak diberikan langsung kepada Venezuela, sekaligus memastikan pihak-pihak yang memiliki klaim hukum atas pendapatan minyak negara tersebut tidak memperoleh akses terhadap dana yang kini dikelola AS.

“Jika dana tersebut tidak bebas dari ikatan hukum, maka hal itu akan secara signifikan mengganggu upaya penting kami untuk menjamin stabilitas ekonomi dan politik di Venezuela,” kata Trump.

Langkah AS ini dipandang sebagai eksperimen geopolitik dan ekonomi berisiko tinggi, yang tidak hanya akan menentukan masa depan sektor energi Venezuela, tetapi juga kredibilitas pendekatan Washington dalam mengelola transisi kekuasaan dan pemulihan ekonomi negara tersebut.

Donald Trump Minyak Mentah Nicolas Maduro
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKemenlu Pulangkan 96 WNI dari Rumah Detensi Makkah Arab Saudi
Next Article Wuling “New Year New Drive”, Hadirkan Solusi Mobilitas Lengkap dari EV hingga ICE

Berita Lainnya

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Bantah Isu Transporter Mogok Salurkan BBM

17 Juli 2026 / 17:49 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB

BBM Langka di Sumatera Utara, Komisi XII DPR RI Desak Pertamina Gerak Cepat

17 Juli 2026 / 15:48 WIB

Skema Ketat di Balik Solar Murah Kapal 30-200 GT

17 Juli 2026 / 15:34 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Presiden Prabowo Beri Bantuan 200 Becak Listrik di Kediri

Deba Salamah26 Februari 2026 / 05:15 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.