Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Paraguay vs Prancis: Tidak Setiap Cerita Indah Akan Terulang
  • Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM Papua Barat Daya Lewat Program Rural Youth AI Facilitator
  • Siapa Bilang Kalah? Tanjung Verde Menang di Hati Pecinta Bola Dunia
  • Kolombia Negara Terakhir Lolos Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
  • Tanjung Verde Paksa Argentina Bertarung Hingga Extra Time
  • 3 Fakta Iringi Mesir Singkirkan Australia dan Lolos 16 Besar
  • Lokasi Layanan Samsat Keliling Akhir Pekan 4 Juli 2026
  • Lokasi Layanan SIM Keliling Akhir Pekan 4 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Keamanan»Aplikasi Strava Disorot: Dari Pelacak Olahraga Jadi Ancaman Privasi Global

Aplikasi Strava Disorot: Dari Pelacak Olahraga Jadi Ancaman Privasi Global

Keamanan Sasha Widiawati06 Mei 2026 / 09:23 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Aplikasi kebugaran Strava yang populer di kalangan pelari dan pesepeda global kini kembali menjadi sorotan. Di balik fitur pelacakan aktivitas berbasis GPS yang canggih, platform ini dinilai menyimpan potensi risiko serius terhadap privasi hingga keamanan.

Diluncurkan pada 2009 oleh Michael Horvath dan Mark Gainey, Strava telah berkembang pesat dengan lebih dari 125 juta pengguna dari 190 negara. Aplikasi ini memungkinkan pengguna melacak aktivitas olahraga, membagikan rute, hingga berinteraksi dengan komunitas melalui fitur “kudos”.

Namun, kemudahan berbagi data tersebut justru menjadi celah yang berpotensi membahayakan.

Laporan investigasi dari Le Monde mengungkap bahwa data aktivitas Strava secara tidak langsung membocorkan pergerakan tokoh penting dunia. Nama-nama seperti Joe Biden, Kamala Harris, hingga Donald Trump ikut terseret dalam temuan tersebut.

Menariknya, mereka bukan pengguna Strava. Kebocoran justru berasal dari aktivitas agen pengamanan yang menggunakan aplikasi tersebut untuk mencatat olahraga harian.

Dari pola rute yang diunggah, lokasi sensitif seperti hotel hingga titik pertemuan penting dapat terdeteksi. Bahkan, aktivitas di sekitar pertemuan antara Biden dan Presiden China, Xi Jinping, sempat terungkap.

Kasus serupa juga ditemukan di sejumlah negara lain. Di Prancis, aktivitas anggota pengamanan Presiden Emmanuel Macron teridentifikasi melalui data Strava. Sementara di Rusia, personel pengamanan Presiden Vladimir Putin juga dikaitkan dengan kebocoran serupa.

Temuan ini menunjukkan bahwa bahkan sistem keamanan negara dengan standar tinggi pun tidak kebal terhadap risiko digital.

Isu keamanan Strava sebenarnya bukan hal baru. Pada 2018, fitur heatmap global yang menampilkan aktivitas pengguna secara agregat sempat mengungkap lokasi pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah konflik seperti Suriah dan Afghanistan.

Baca Juga  Menlu Kecam Keras Serangan Israel yang Tewaskan Anggota TNI

Data tersebut berasal dari aktivitas para tentara yang tanpa sadar membagikan rute latihan mereka.

Tak hanya bagi tokoh penting, risiko juga mengintai pengguna biasa. Data rute yang dibagikan secara publik dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab, termasuk untuk menguntit atau memantau kebiasaan seseorang.

Fenomena seperti “joki Strava” di mana seseorang membayar orang lain untuk merekam aktivitas olahraga demi terlihat aktif juga menunjukkan adanya dorongan berlebihan untuk eksistensi digital.

Strava sebenarnya menyediakan fitur pengaturan privasi, termasuk opsi menyembunyikan rute atau membatasi siapa yang dapat melihat aktivitas. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kesadaran pengguna.

Pengamat menilai, kebiasaan oversharing menjadi akar utama persoalan. Semakin banyak data yang dibagikan, semakin besar pula potensi risiko yang muncul.

Di satu sisi, Strava memberikan manfaat besar dalam memantau kesehatan dan membangun komunitas olahraga global. Namun di sisi lain, platform ini menjadi cerminan tantangan era digital: kemudahan akses yang berbanding lurus dengan potensi ancaman privasi.

Karena itu, pengguna diimbau lebih bijak dalam membagikan data aktivitas, terutama yang berkaitan dengan lokasi. Dalam dunia digital, menjaga privasi bukan hanya tanggung jawab platform, tetapi juga pengguna itu sendiri. (sas)

keamanan data Strava privasi GPS risiko aplikasi fitness Strava aplikasi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBeckham Putra Tak Sabar Jalani Laga Persija vs Persib di GBK
Next Article Menteri LH Sebut TPA Muara Fajar II di Riau Akan Disulap Jadi Sumber Energi Alternatif

Berita Lainnya

Tutur PoV: Darurat Begal dan Jalan Pintas Keamanan

30 Mei 2026 / 15:50 WIB

Pria di Jakbar Diamankan Polisi Kedapatan Bawa Tramadol dan Sabu Saat Berkendara

25 Mei 2026 / 12:39 WIB

Menhan Sjafrie Bantah Indonesia Beri Akses Udara untuk Amerika Serikat

19 Mei 2026 / 16:45 WIB

Menhan Sjafrie Beberkan Syarat Indonesia Masuk BoP, Kini Ditinggalkan

19 Mei 2026 / 14:37 WIB

Prabowo Sebut Kedatangan Pesawat Tempur Rafale Jadi Tonggak Baru Kekuatan Indonesia

18 Mei 2026 / 19:18 WIB

Pertama Kali Kapolda Bintang Tiga, Sahroni: Tanggung Jawabnya Besar!

18 Mei 2026 / 16:07 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Prancis vs Irak: Les Bleus Terlalu Kuat untuk Singa Mesopotamia

Deba Salamah22 Juni 2026 / 15:30 WIB

Paraguay vs Prancis: Tidak Setiap Cerita Indah Akan Terulang

04 Juli 2026 / 13:00 WIB

Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM Papua Barat Daya Lewat Program Rural Youth AI Facilitator

04 Juli 2026 / 12:25 WIB

Siapa Bilang Kalah? Tanjung Verde Menang di Hati Pecinta Bola Dunia

04 Juli 2026 / 12:00 WIB

Kolombia Negara Terakhir Lolos Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

04 Juli 2026 / 11:01 WIB

Tanjung Verde Paksa Argentina Bertarung Hingga Extra Time

04 Juli 2026 / 10:15 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.