Jakarta (tutur.co.id) – Pengamat politik Hendri Satrio menilai program MBG atau Makan Bergizi Gratis telah menjadi identitas politik bagi Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut wajar selalu diangkat dalam berbagai kesempatan pidato Presiden.
Termasuk saat Presiden Prabowo menghadiri Hari Buruh Internasional (May Day) beberapa waktu yang lalu. Saat itu, di depan massa aksi buruh itu, Prabowo kembali menanyakan seberapa penting kah MBG kepada massa aksi buruh yang berkumpul di Monumen Nasional (Monas) tersebut.
Menurut Hendri Satrio, sangat wajar jika Presiden Prabowo selalu membawa Program MBG itu di berbagai kesempatan. Pasalnya, MBG ini pula yang mengantar Prabowo menjadi orang nomor satu di Indonesia.
“Kalau menurut saya pidatonya bagus. Kenapa MBG terus dibawa-bawa? Karena itu flagshipnya dia, brandnya dia,” kata sosok yang akrab disapa dengan Hensat tersebut.
Menurut Hensat, keberhasilan maupun kegagalan program MBG nantinya akan langsung melekat pada citra Prabowo sebagai presiden. Karena itu, ia menilai wajar apabila program tersebut terus disampaikan ke publik agar tetap diingat masyarakat luas.
“Jadi dia pengen orang-orang tetap mengingat MBG, jadi baik buruknya MBG itu cerminan Pak Prabowo makanya dia terus-menerus bawa itu,” lanjutnya.
Hensat menilai MBG kini bukan hanya sekadar program pemerintah. Menurutnya, program tersebut juga telah menjadi bagian dari citra dan identitas politik Prabowo di mata publik.

