Jakarta (tutur.co.id) – Di banyak daerah Indonesia, Idulfitri biasanya menjadi hari raya paling meriah karena identik dengan mudik besar-besaran dan kumpul keluarga. Namun berbeda dengan masyarakat Madura. Di Pulau Madura, Iduladha justru sering dianggap lebih ramai dan lebih “hidup” dibandingkan Idulfitri.
Fenomena ini bahkan sudah lama dikenal lewat tradisi “toron”, yaitu kebiasaan orang Madura pulang kampung saat Iduladha. Suasana kampung menjadi sangat ramai karena banyak perantau kembali ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran Haji bersama keluarga besar.
Tradisi Toron, Mudik Besar Orang Madura Saat Iduladha
Dalam budaya Madura, Iduladha bukan sekadar momen ibadah kurban. Hari raya ini juga menjadi ajang berkumpul keluarga besar dan mempererat hubungan kekerabatan.
Tradisi tersebut dikenal dengan nama “toron” yang dalam bahasa Madura berarti pulang kampung atau turun ke kampung halaman. Menurut artikel Madurapedia, tradisi toron sudah berlangsung sejak abad ke-19 dan masih bertahan sampai sekarang.
Bahkan, suasana mudik Iduladha di Madura disebut bisa lebih padat dibanding Idulfitri karena banyak keluarga memilih berkumpul saat musim kurban.
Ada Tradisi Ter-Ater, Berbagi Makanan ke Tetangga
Selain toron, masyarakat Madura juga memiliki tradisi unik bernama “ter-ater” atau “terater”. Tradisi ini dilakukan dengan cara mengantar makanan kepada tetangga, saudara, atau kerabat menjelang dan saat Iduladha.
Kata “terater” sendiri berasal dari kebiasaan masyarakat Madura mengantar sesuatu kepada orang lain sebagai simbol silaturahmi dan kebersamaan. Biasanya makanan yang dibagikan berupa nasi lengkap dengan lauk daging kurban, gulai, atau masakan khas rumahan.
Makanan Khas Iduladha di Madura
Karena identik dengan daging kurban, suasana Iduladha di Madura juga terkenal dengan berbagai olahan makanan yang kaya rempah dan bercita rasa kuat.
Sate Madura
Yang paling terkenal tentu saja sate Madura. Saat Iduladha, banyak keluarga langsung mengolah daging kurban menjadi sate untuk dibakar bersama keluarga besar.
Bumbu kacang yang gurih dan kecap khas menjadi ciri utama sate Madura. Tradisi bakar sate bersama juga membuat suasana malam Iduladha di kampung-kampung Madura terasa sangat ramai.
Gulai dan Gule Kambing
Selain sate, gulai kambing dan gule juga menjadi menu wajib saat Iduladha. Olahan berkuah santan dengan rempah kuat ini biasanya dimasak dalam porsi besar untuk dimakan bersama keluarga dan tamu yang datang bersilaturahmi.
Kaldu Kokot
Di beberapa wilayah Madura, masyarakat juga mengolah daging sapi menjadi kaldu kokot, yaitu sup khas Madura yang menggunakan kacang hijau dan kikil sapi. Meski tidak khusus untuk Iduladha, makanan ini sering hadir saat keluarga besar berkumpul.
Topak Ladeh
Ada juga topak ladeh, makanan khas Madura berupa ketupat dengan kuah santan dan lauk daging sapi atau kambing. Hidangan ini sering disajikan saat acara besar keagamaan dan momen kumpul keluarga.
Kenapa Iduladha di Madura Terasa Sangat Meriah?
Salah satu alasan Iduladha di Madura terasa lebih meriah karena perayaan ini tidak hanya berpusat pada ibadah, tetapi juga budaya sosial masyarakatnya.
Mulai dari mudik toron, tradisi berbagi makanan, gotong royong penyembelihan hewan kurban, hingga bakar sate bersama membuat suasana kampung menjadi sangat hidup. Banyak masyarakat Madura juga menganggap Iduladha sebagai momen paling lengkap karena ada unsur ibadah, keluarga, makanan, dan kebersamaan sekaligus.

