Jakarta (tutur.co.id) — Upaya mencari dua warga yang hilang akibat banjir bandang di Kepulauan Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, belum juga berhenti. Waktu boleh berjalan, hari pencarian sudah melewati batas standar, tetapi harapan belum ikut hanyut bersama arus.
Operasi pencarian yang digelar oleh tim SAR kini resmi diperpanjang. Padahal, secara prosedur, pencarian telah memasuki hari ketujuh sesuai standar operasional. Namun hingga hari itu berlalu, dua korban yang terseret banjir bandang masih belum ditemukan jejaknya.
Perpanjangan operasi ini tidak lahir dari keputusan sepihak. Status tanggap darurat di wilayah tersebut masih diberlakukan oleh pemerintah daerah, sementara di sisi lain Basarnas daerah terus menjalin koordinasi dengan pusat. Dari sanalah keputusan untuk menambah waktu pencarian akhirnya diambil.
Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, menyampaikan bahwa langkah memperpanjang operasi merupakan bentuk tanggung jawab lembaga pencarian dan pertolongan dalam menjawab situasi darurat yang belum tuntas.
“Penambahan waktu operasi ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus melakukan upaya maksimal dalam pencarian korban, sesuai permintaan pemerintah daerah dan hasil koordinasi dengan Basarnas pusat,” ujar George dalam keterangan tertulis yang diterima tutur.co.id, Senin, 12 Januari 2026.
Dalam fase perpanjangan ini, tim SAR gabungan tidak bergerak tanpa arah. Fokus pencarian ditentukan secara spesifik, dengan menimbang pola aliran banjir bandang yang sebelumnya menerjang permukiman warga.
Dua titik utama menjadi sasaran pencarian. Pertama, lokasi terakhir yang diketahui sebagai titik keberadaan korban, yakni di sekitar rumah korban sebelum banjir datang. Kedua, wilayah pesisir Kepulauan Siau, yang dinilai berpotensi menjadi tempat terbawanya korban akibat dorongan material banjir yang kuat menuju laut.
Di tengah kerja lapangan yang berat dan penuh ketidakpastian, Basarnas juga menyampaikan pesan kemanusiaan kepada keluarga korban dan masyarakat setempat. Pencarian tidak hanya mengandalkan tenaga dan peralatan, tetapi juga harapan yang terus dijaga.
“Kami mohon doa dan dukungan dari keluarga serta seluruh masyarakat Kepulauan Siau, semoga dalam perpanjangan operasi ini kedua korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya.

