Washingto (Tutur.co.id) – Senator Amerika Serikat Bernie Sanders menyatakan akan berupaya menghentikan kesepakatan penjualan senjata bernilai miliaran dolar kepada Israel, di tengah meningkatnya kritik terhadap kebijakan luar negeri Washington dalam konflik Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Sanders dalam aksi demonstrasi “No Kings” yang berlangsung pada 28 Maret 2026 di berbagai kota di Amerika Serikat.
Dalam pidatonya, Sanders menegaskan bahwa Kongres memiliki kewenangan untuk meninjau dan menolak penjualan senjata ke negara lain, terutama jika dinilai berkontribusi pada eskalasi konflik.
Aksi “No Kings” sendiri diikuti oleh ribuan hingga jutaan demonstran yang memprotes kebijakan Presiden Donald Trump, termasuk keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran.
Dalam beberapa rekaman yang beredar, terlihat sejumlah peserta aksi mengibarkan bendera Iran, yang disebut sebagai simbol penolakan terhadap perang dan solidaritas terhadap korban konflik.
Namun, belum ada konfirmasi independen mengenai sejauh mana simbol tersebut merepresentasikan keseluruhan peserta aksi, atau hanya dilakukan oleh sebagian kecil demonstran.
Isu penjualan senjata ke Israel memang menjadi perdebatan lama di Washington, dengan sejumlah anggota Kongres, termasuk Sanders, berulang kali mengkritik dukungan militer AS terhadap Israel.
Sanders menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang, terutama di tengah meningkatnya korban sipil dan risiko eskalasi konflik regional.

