Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Ekonomi Hijau»AHY Dorong Dekarbonisasi Transportasi, Sektor Darat Sumbang 89% Emisi Energi

AHY Dorong Dekarbonisasi Transportasi, Sektor Darat Sumbang 89% Emisi Energi

Ekonomi Hijau Gusti Tetiro27 Januari 2026 / 09:18 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). ANTARA/HO-
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: ANTARA/HO)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya dekarbonisasi sektor transportasi sebagai langkah konkret dan mendesak dalam menghadapi krisis perubahan iklim global.

Menurut AHY, transportasi menjadi salah satu sektor yang berada dalam kendali langsung manusia dalam menekan produksi karbon. Hal tersebut disampaikannya dalam Town Hall Meeting yang dihadiri pemangku kepentingan lintas kementerian dan lembaga, badan usaha, serta kalangan akademisi di Kantor Kemenko IPK, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

“Di antara faktor yang sangat menentukan dan itu dalam kontrol manusia adalah bagaimana kita memproduksi karbon,” ujar AHY.

Berdasarkan pemetaan pemerintah, sektor energi masih menjadi penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca nasional. Di dalam sektor energi tersebut, transportasi menempati posisi ketiga penyumbang emisi karbon, setelah sektor minyak dan gas (migas) serta manufaktur.

“Begitu dibedah energi, tentu ada oil and gas, kemudian sektor manufaktur, dan yang ketiga adalah sektor transportasi. Sebanyak 22% emisi karbon dari sektor energi disumbang oleh transportasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, AHY memaparkan bahwa emisi dari sektor transportasi didominasi oleh transportasi darat dengan kontribusi mencapai 89%, disusul transportasi laut dan udara, sementara sektor perkeretaapian menyumbang porsi paling kecil.

Untuk menekan emisi tersebut, pemerintah mendorong perubahan pola pikir masyarakat yang dibarengi dukungan kebijakan serta insentif. Salah satu fokus utama adalah peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

“Artinya yang perlu kita lakukan adalah mendukung pengembangan sektor transportasi publik atau transportasi massal. Harus semakin banyak dan semakin mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” tegas AHY.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih bersih serta percepatan elektrifikasi kendaraan. AHY menilai peningkatan adopsi kendaraan listrik akan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan emisi karbon dalam jangka panjang.

Baca Juga  Mengintip Desa Energi Berdikari Pertamina, Saat Energi Bersih Menumbuhkan Ekonomi Warga

“Maka 2030 dan seterusnya hingga 2045 bahkan 2060, kita bisa mereduksi carbon footprint atau emisi karbon yang jika tidak dikendalikan akan menghadirkan dampak buruk terhadap lingkungan dan keberlangsungan anak cucu kita,” pungkasnya.

Dekarbonisasi transportasi emisi karbon Kendaraan listrik Menko AHY Transportasi massal
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBadan Gizi Nasional Akan Menindak, Kalau Ada SPPG Semena-Mena Tolak Pasokan UMKM
Next Article Fashion 2026 dan Keberanian untuk Tidak Selalu Baru

Berita Lainnya

Pertamina Dukung Proyek PSEL Kertamantul, Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

17 Juli 2026 / 13:15 WIB

Budidaya Kepiting Soka Binaan Pelindo Hasilkan 958 Kilogram, Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir Indramayu

16 Juli 2026 / 19:27 WIB

PT Pertamina Trans Kontinental Raih Penghargaan TJSL IDEAS 2026, Perkuat Komitmen Keberlanjutan Maritim

13 Juli 2026 / 20:02 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Astra Sumba Timur, Lestarikan Tenun Ikat dan Berdayakan Perempuan

08 Juli 2026 / 20:02 WIB

Tas Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Pertamina Bantu UMKM Naik Kelas

08 Juli 2026 / 18:56 WIB

Mengintip Desa Energi Berdikari Pertamina, Saat Energi Bersih Menumbuhkan Ekonomi Warga

07 Juli 2026 / 13:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kemenhub Dalami Keterlibatan Taksi Green SM dalam Kecelakaan Bekasi Timur

Deba Salamah29 April 2026 / 02:30 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.