Manchester (Tutur.co.id) – Bek Manchester United, Harry Maguire divonis bersalah oleh pengadilan di Yunani. Dalam putusan terbarunya, pemain berusia 32 tahun itu dijatuhi hukuman 15 bulan penjara dengan masa percobaan setelah dinyatakan bersalah dalam beberapa dakwaan.
Kasus ini bermula dari insiden di pulau wisata Mykonos, Yunani, pada Agustus 2020. Saat itu, Maguire ditangkap setelah terlibat keributan dengan aparat kepolisian. Ia kemudian didakwa atas penyerangan ringan, perlawanan terhadap petugas, dan percobaan penyuapan.
Seperti dilansir Mirror, pengadilan Yunani menyatakan Maguire bersalah atas ketiga dakwaan tersebut. Namun, majelis hakim memutuskan mengurangi hukuman awal dari 21 bulan menjadi 15 bulan dan 20 hari, yang dijalani dalam bentuk hukuman percobaan.
Selain itu, Maguire juga didenda 1.500 euro. Meski demikian, dia bersikeras membantah melakukan pelanggaran. Bek timnas Inggris itu berencana mengajukan banding terhadap putusan tersebut. Dalam sidang terbaru, Maguire juga tidak hadir secara langsung di pengadilan.
Menurut keterangan Maguire, peristiwa itu terjadi saat tengah berlibur bersama istrinya Fern Hawkins, sang adik Daisy Maguire, saudara laki-lakinya Joe Maguire, serta beberapa teman.
Masalah muncul ketika dua pria asal Albania mendekati Daisy saat mereka sedang menunggu taksi untuk kembali ke vila tempat menginap. Maguire mengklaim bahwa kedua pria tersebut menyuntikkan zat yang tidak diketahui kepada adiknya.
Akibatnya, Daisy kehilangan kesadaran secara berkala. Karena panik, da berusaha membawa Daisy ke rumah sakit. Namun. Maguire menyebut dirinya kemudian dibawa ke kantor polisi, tempat dia mengaku dipukul oleh petugas berseragam yang bahkan mengatakan karier sepak bolanya telah berakhir.
Merasa berada dalam situasi berbahaya dan khawatir terjadi upaya penculikan, Maguire sempat mencoba melarikan diri. Dia akhirnya ditangkap dan menghabiskan dua malam dalam tahanan.
Dalam proses hukum selanjutnya, Maguire dituduh menyerang polisi, melawan penangkapan, dan mencoba menyuap petugas dengan kalimat yang diduga berbunyi, “Apakah kalian tahu siapa saya?”
Dalam kasus yang sama, adik Maguire, Joe Maguire, dinyatakan bebas dari dakwaan percobaan penyuapan. Namun, pengadilan tetap menguatkan dakwaan terhadapnya terkait penyerangan berat serta penghinaan verbal terhadap polisi.
Putusan ini berpotensi berdampak pada karier internasional Maguire. Bek Manchester United tersebut kini harus melaporkan status hukumannya ketika mengajukan visa perjalanan.
Hal itu bisa mempengaruhi peluangnya untuk masuk skuad Timnas Inggris pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, musim panas mendatang.

