Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Profil Empat Semifinalis Piala Dunia 2026, Siapa Pantas Juara?
  • Sampai Kapan Bellingham Bisa Terus Menjadi Penyelamat Inggris?
  • IPW Dukung Penegakan Hukum Febrie Adriansyah Dilakukan Profesional
  • Pelimpahan Kasus Blackout Listrik Kepolisian ke Kejaksaan Tabrak Aturan, Jeruk Makan Jeruk!
  • Scaloni Akui Argentina Beruntung, tapi Keputusannya Justru Menuai Kontradiksi
  • Argentina Susah Payah Singkirkan Swiss dan Tantang Inggris di Semifinal
  • Follow the Money, Jurus Jitu Berantas Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang
  • Sosok Misterius Don Ritto dalam Pusaran Kasus Mega Korupsi Febrie Adriansyah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Sepakbola»Sampai Kapan Bellingham Bisa Terus Menjadi Penyelamat Inggris?

Sampai Kapan Bellingham Bisa Terus Menjadi Penyelamat Inggris?

Sepakbola Deba Salamah12 Juli 2026 / 16:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gelandang Timnas Inggris Jude Bellingham merayakan gol ke gawang Norwegia. (Xinhua)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Miami (Tutur.co.id) – Timnas Inggris memang berhasil memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Namun, di balik hasil positif tersebut, performa The Three Lions masih menyisakan banyak tanda tanya.

Kemenangan dramatis atas Norwegia kembali memperlihatkan ketergantungan Inggris kepada Jude Bellingham dan Harry Kane. Tim asuhan Thomas Tuchel memang berhasil lolos ke empat besar, tetapi penampilan mereka dinilai belum cukup meyakinkan untuk menghadapi lawan-lawan kelas dunia seperti Argentina, Prancis, atau Spanyol.

Inggris Lolos Berkat Bellingham, Bukan Permainan yang Dominan

Laga perempat final berlangsung sengit sejak menit awal. Norwegia lebih dulu unggul melalui gol unik Andreas Schjelderup yang bermula dari umpan silang yang berubah arah dan mengecoh Jordan Pickford. Inggris baru mampu menyamakan kedudukan pada masa injury time babak pertama lewat aksi individu Jude Bellingham.

Di babak kedua, Norwegia sebenarnya sempat kembali mencetak gol melalui Torbjorn Heggem. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena Erling Haaland dinilai melakukan pelanggaran terhadap Elliot Anderson sebelum sepak pojok dieksekusi.

Memasuki babak tambahan waktu, petaka menghampiri Norwegia ketika Haaland harus meninggalkan lapangan akibat cedera. Tak lama berselang, kesalahan kiper Orjan Nyland dalam mengantisipasi tembakan jarak jauh dimanfaatkan Bellingham untuk mencetak gol kemenangan Inggris. Meski berhasil melaju ke semifinal, permainan Inggris kembali jauh dari kata dominan.

Keberuntungan Memihak Inggris

Skor akhir 2-1 sebenarnya tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. Inggris justru beberapa kali berada di ambang kekalahan. Setelah gol pembuka Schjelderup, Norwegia memperoleh peluang emas melalui Alexander Sorloth dalam situasi dua lawan satu.

Sayangnya, penyerang Atletico Madrid itu gagal melepaskan tembakan maupun mengirim umpan kepada Haaland yang berdiri bebas di depan gawang.

Andaikan peluang tersebut berbuah gol, Inggris kemungkinan besar akan dipaksa bermain lebih terbuka dan memberi ruang luas bagi Martin Odegaard serta lini serang Norwegia untuk melancarkan serangan balik.

Baca Juga  Cerita Lionel Messi Patahkan Ramalan Dukun Sakti Ghana

Keberuntungan Inggris juga terlihat saat gol Torbjorn Heggem dianulir VAR. Awalnya wasit Clement Turpin mengesahkan gol tersebut, tetapi setelah mendapat rekomendasi dari VAR, sepak pojok harus diulang karena adanya pelanggaran Haaland terhadap Anderson.

Selepas pertandingan, Thomas Tuchel bahkan tidak menutupi rasa kecewanya. Pelatih asal Jerman itu secara terbuka mengkritik banyaknya kesalahan teknis yang dilakukan para pemainnya meski mereka baru saja memastikan tempat di semifinal.

Sikap Tuchel menunjukkan bahwa ia sadar timnya belum tampil sesuai harapan dan harus segera berbenah sebelum menghadapi lawan yang jauh lebih kuat.

Jalan Inggris ke Semifinal Terbilang Ringan

Jika melihat perjalanan sepanjang turnamen, Inggris sebenarnya belum menghadapi salah satu tim elite dunia. Penampilan terbaik mereka hadir saat mengalahkan Kroasia 4-2 pada laga pembuka fase grup. Meski demikian, pertandingan tersebut juga memperlihatkan kelemahan lini pertahanan.

Setelah itu, Inggris kesulitan menembus pertahanan Ghana. Mereka bahkan nyaris kalah apabila Jordan Pickford mendapat kartu merah atau Ezri Konsa dihukum penalti.

Di babak 32 besar, Inggris juga nyaris tersingkir saat menghadapi RD Kongo. The Three Lions tertinggal hampir sepanjang pertandingan sebelum Harry Kane mencetak dua gol penentu kemenangan 2-1.

Situasi serupa terjadi saat menghadapi tuan rumah Meksiko di babak 16 besar. Inggris hanya mampu menang tipis 3-2 berkat dua gol cepat Jude Bellingham dan satu gol penalti Harry Kane.

Norwegia memang menjadi lawan terberat yang dihadapi Inggris sejauh ini. Namun, jika dibandingkan dengan Argentina, Prancis, atau Spanyol, kualitas tim Skandinavia tersebut masih berada di bawah. Karena itu, banyak pihak menilai Inggris akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat pada semifinal.

Terlalu Bergantung kepada Jude Bellingham dan Harry Kane

Baca Juga  Mercedes-Benz Stadium, Ketika Teknologi Bertemu Sepak Bola

Hal lain yang menjadi perhatian adalah besarnya ketergantungan Inggris terhadap Jude Bellingham dan Harry Kane. Dari seluruh gol Inggris di Piala Dunia 2026, hanya satu yang tidak dicetak oleh kedua pemain tersebut, yakni gol Marcus Rashford saat menghadapi Kroasia.

Bellingham tampil luar biasa sepanjang fase gugur. Ia hampir sendirian membawa Inggris melewati Meksiko lewat dua golnya, kemudian kembali mencetak dua gol saat menghadapi Norwegia.

Sementara itu, Harry Kane menjadi penyelamat ketika Inggris mengalahkan RD Kongo melalui dua gol penting yang menghindarkan timnya dari eliminasi.

Namun, performa Kane saat melawan Norwegia justru mengecewakan. Sang kapten nyaris tak memberikan kontribusi berarti selain kehilangan bola yang berujung pada gol pembuka Norwegia.

Kane juga memiliki catatan kurang baik dalam sejumlah laga besar. Salah satu yang paling diingat adalah kegagalannya mengeksekusi penalti saat Inggris disingkirkan Prancis pada perempat final Piala Dunia 2022. Di turnamen kali ini, ia juga sempat membuang peluang emas saat menghadapi Ghana dan gagal mengeksekusi penalti pada percobaan pertama ketika melawan Kroasia.

Semifinal Akan Menjadi Ujian Sesungguhnya

Keberhasilan Inggris melangkah ke semifinal memang patut diapresiasi. Namun, performa yang belum stabil membuat optimisme publik belum sepenuhnya muncul.

Jude Bellingham terus menjadi pembeda bagi The Three Lions, tetapi pertanyaan besarnya adalah apakah gelandang Real Madrid itu mampu terus mempertahankan performa luar biasanya setelah menguras banyak energi dalam dua pertandingan terakhir.

Jika Inggris ingin mengakhiri penantian panjang sejak menjadi juara dunia pada 1966, mereka membutuhkan lebih dari sekadar aksi heroik Bellingham dan Kane. Menghadapi tim sekelas Argentina, Prancis, atau Spanyol, performa kolektif yang solid akan menjadi syarat mutlak apabila ingin melangkah ke final Piala Dunia 2026.

Harry Kane Inggris Jude Bellingham Norwegia Piala Dunia 2026 semifinal
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIPW Dukung Penegakan Hukum Febrie Adriansyah Dilakukan Profesional
Next Article Profil Empat Semifinalis Piala Dunia 2026, Siapa Pantas Juara?

Berita Lainnya

Profil Empat Semifinalis Piala Dunia 2026, Siapa Pantas Juara?

12 Juli 2026 / 17:00 WIB

Scaloni Akui Argentina Beruntung, tapi Keputusannya Justru Menuai Kontradiksi

12 Juli 2026 / 14:00 WIB

Argentina Susah Payah Singkirkan Swiss dan Tantang Inggris di Semifinal

12 Juli 2026 / 13:00 WIB

Dua Gol Bellingham Hancurkan Mimpi Haaland dan Norwegia di Piala Dunia 2026

12 Juli 2026 / 07:03 WIB

Paradoks Messi di Piala Dunia 2026: Paling Sedikit Berlari, Paling Mematikan

11 Juli 2026 / 20:00 WIB

Bukan Messi, Leandro Paredes Jadi Otak Kebangkitan Argentina

11 Juli 2026 / 18:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Presiden Trump Nonton Langsung Final NBA Knicks Vs Spurs, Bikin Gak Nyaman!

Toto Pribadi09 Juni 2026 / 08:27 WIB

Profil Empat Semifinalis Piala Dunia 2026, Siapa Pantas Juara?

12 Juli 2026 / 17:00 WIB

Sampai Kapan Bellingham Bisa Terus Menjadi Penyelamat Inggris?

12 Juli 2026 / 16:00 WIB

IPW Dukung Penegakan Hukum Febrie Adriansyah Dilakukan Profesional

12 Juli 2026 / 15:46 WIB

Pelimpahan Kasus Blackout Listrik Kepolisian ke Kejaksaan Tabrak Aturan, Jeruk Makan Jeruk!

12 Juli 2026 / 14:11 WIB

Scaloni Akui Argentina Beruntung, tapi Keputusannya Justru Menuai Kontradiksi

12 Juli 2026 / 14:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.