Doha (Tutur.co.id) – MotoGP Qatar 2026 terancam batal digelar. Pihak MotoGP mengakui seri Qatar kini berada dalam ketidakpastian menyusul konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Seperti diketahui, konflik itu dipicu serangan gabungan AS dan Israel kepada Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur.
Serangan itu kemudian dibalas Iran ke berbagai wilayah Timur Tengah. Dampaknya kepada lalu lintas penerbangan global karena sejumlah negara menutup wilayah udaranya.
Dunia balap pun terkena imbasnya. FIA World Endurance Championship menjadi seri balap besar pertama yang menunda ajang mereka akibat situasi keamanan di kawasan tersebut.
Balapan pembuka musim ini yang seharusnya digelar di Losail International Circuit pada 28 Maret, terpaksa dipindahkan ke jadwal akhir musim. Sirkuit ini rencananya turut menggelar seri keempat MotoGP pada 12 April.
Namun, CEO MotoGP Carmelo Ezpeleta secara terbuka menyatakan balapan MotoGP Qatar berpotensi tidak dapat digelar sesuai rencana.
“Apakah mungkin kembali pada tanggal lain? Jangan khawatir. Kami selalu punya rencana B. “Kami harus menunggu. Saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kami tidak akan pergi,” kata Ezpeleta seperti dilansir Crash.
“Kami sudah berbicara dengan pihak Qatar sejak Minggu, dan kami akan mengambil keputusan. Kecil kemungkinan kami akan pergi ke Qatar pada 12 April, tetapi saya juga tidak bisa mengatakan bahwa kami tidak akan pergi,” lanjutnya.
Meski begitu, Ezpeleta menegaskan MotoGP tidak mempertimbangkan untuk memindahkan balapan tersebut ke negara lain jika Qatar batal menjadi tuan rumah.
“Apakah balapan itu bisa dimasukkan kembali ke kalender? Kami sangat ahli menyusun jadwal. Kami akan segera mengetahui sesuatu, tentu saja. Kami masih menunggu kabar dari mereka. Waktu masih ada,” tandasnya.

