Jakarta (tutur.co.id)- Sore hari di bulan Ramadan sering terasa lebih panjang dari biasanya. Jam di dinding seperti bergerak lebih lambat, perut mulai memberi sinyal, dan tanpa sadar tangan refleks membuka media sosial. Scroll sedikit, lalu keterusan. Tahu-tahu azan belum juga terdengar, tapi energi sudah habis duluan.
Padahal, waktu menjelang berbuka bisa jadi momen kecil yang menyenangkan, bahkan bermakna kalau diisi dengan aktivitas yang tepat.
Tidak harus ribet, tidak harus keluar rumah. Cukup hal-hal sederhana yang bikin hati lebih hangat dan pikiran lebih ringan.
Berikut tujuh ide ngabuburit tanpa scroll hape yang bisa dicoba.
1. Rapikan Sudut Kecil di Rumah
Tanpa perlu bersih-bersih besar. Cukup satu laci, satu rak, atau meja kerja. Aktivitas kecil ini bikin pikiran terasa lebih lega. Bonusnya, rumah jadi lebih nyaman saat waktu berbuka tiba.
2. Siapkan Takjil Sambil Ajak Anak Ikut Terlibat
Kalau ada anak di rumah, ini bisa jadi quality time. Biarkan mereka mengaduk adonan, menyusun kurma di piring, atau sekadar membantu menata meja. Sore jadi terasa lebih hidup, bukan cuma menunggu.
3. Jalan Sore Ringan di Sekitar Rumah
Gerak tipis-tipis justru bisa bantu tubuh tetap segar. Tanpa perlu olahraga berat. Cukup 15–20 menit jalan santai sambil menghirup udara sore. Biasanya azan terasa datang lebih cepat kalau badan ikut bergerak.
4. Baca Beberapa Halaman Buku
Bukan untuk mengejar target, tapi untuk memberi ruang tenang. Dua atau tiga halaman pun cukup. Pilih bacaan ringan yang bikin hati adem.
5. Tulis Refleksi Singkat
Ambil buku kecil atau notes di meja. Tulis satu hal yang disyukuri hari ini. Atau tulis satu perasaan yang sedang dirasakan. Sederhana, tapi sering kali bikin hati lebih lapang menjelang berbuka.
6. Dengarkan Kajian atau Podcast Singkat
Daripada scroll tanpa arah, coba dengarkan kajian 10–15 menit atau podcast ringan. Bisa sambil menyiapkan makanan atau merapikan rumah. Ilmu dapat, waktu terasa lebih terisi.
7. Duduk Tenang dan Nikmati Hening
Ini mungkin terdengar sepele, tapi jarang dilakukan. Anda bisa duduk tanpa distraksi, tanpa layar, tanpa notifikasi. Tarik napas dalam-dalam. Rasakan momen menunggu azan sebagai jeda, bukan kekosongan.
Ngabuburit sebenarnya bukan cuma soal mengisi waktu agar terasa cepat. Tapi tentang bagaimana kita memperlakukan jeda. Apakah kita habiskan dengan distraksi, atau kita isi dengan sesuatu yang membuat sore Ramadan terasa lebih berarti?
Sesekali, coba jauhkan hape. Bukan karena teknologi itu salah, tapi karena kita pantas menikmati momen tanpa terus-menerus terdistraksi. Siapa tahu, azan Magrib kali ini terasa lebih hangat dari biasanya.

