Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Spanyol vs Argentina: Duel Juara Benua Penentu Raja Dunia
  • TP PKK NTT Gandeng IAI Sambut KKN Tematik UGM, Perkuat Edukasi Penggunaan Obat hingga Tingkat Desa
  • Bek Spanyol Sebut Permainan Keras Argentina Sudah Kelewatan
  • Investasi Makin Diminati, Ini 5 Tips Agar Cuan Optimal dan Risiko Tetap Terkendali
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Daerah»NTT Bentuk 5 Tim Percepatan Pembangunan, Gubernur Targetkan Kemiskinan Turun ke 11,5%

NTT Bentuk 5 Tim Percepatan Pembangunan, Gubernur Targetkan Kemiskinan Turun ke 11,5%

Daerah Gusti Tetiro28 Februari 2026 / 05:02 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin rapat pembentukan lima tim kerja khusus untuk mempercepat pembangunan daerah, didampingi Plh Sekda NTT Rita Wuisan, serta dihadiri pimpinan perangkat daerah, pejabat administrator, pejabat pengawas, dan staf terpilih. (Foto: Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kupang, NTT (tutur.co.id) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membentuk lima tim kerja khusus untuk mempercepat pembangunan daerah. Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Daerah di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Jumat (27/2/2026).

Rapat dipimpin langsung Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Plh Sekda NTT Rita Wuisan, serta dihadiri pimpinan perangkat daerah, pejabat administrator, pejabat pengawas, dan staf terpilih.

Menurut Gubernur Melki, pembentukan tim ini bertujuan mempercepat koordinasi lintas sektor dan memastikan program prioritas berjalan efektif sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Tim ini dibentuk untuk mempercepat koordinasi, menghemat waktu dan energi. Konsolidasi program bersama sangat penting agar kekuatan kita tidak bias ke mana-mana,” tegas Melki.

 

Komposisi Lintas Sektor, Berbasis Kompetensi

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT Yosef Rasi menjelaskan, masing-masing tim beranggotakan 50 orang dengan komposisi 60 persen pejabat struktural dan 40 persen staf. Tim bersifat lintas sektor dan bekerja berdasarkan kapasitas serta kompetensi individu, bukan semata jabatan birokrasi.

Langkah ini dinilai sebagai pendekatan manajerial untuk menyelaraskan potensi sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam, dan budaya dalam mendukung target pembangunan daerah.

 

Lima Fokus Strategis

Gubernur membagi percepatan pembangunan dalam lima tim strategis:

(1) Tim Akselerasi Dasacita dan Program Pusat di Daerah, dipimpin Alfons Theodorus. Tim ini mereviu implementasi program unggulan daerah (Dasacita) serta program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan swasembada pangan.

(2) Tim Implementasi Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu, dipimpin Jonny Ericson Ataupah. Gubernur menargetkan angka kemiskinan turun dari 17,5 persen menjadi 11,5 persen pada akhir masa kepemimpinan, dengan validasi data hingga tingkat desa.

Baca Juga  Dalam Sehari, 52 Ribu Orang Tiba di Jakarta Gunakan Kereta Api

(3) Tim Optimalisasi PAD, dipimpin Bernhard Menoh, bertugas menutup kebocoran pajak dan menggali sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru.

(4) Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan, dipimpin Selfi Nange, berfokus pada hilirisasi produk lokal melalui NTT Mart serta optimalisasi penyaluran KUR bagi ASN dan UMKM untuk kegiatan produktif.

(5) Tim Komunikasi Pemerintahan, dipimpin Prisila Parera, bertugas memproduksi konten positif harian guna menjaga ruang publik dan membangun optimisme masyarakat.

 

Data Kemiskinan Jadi Sorotan

Isu akurasi data kemiskinan menjadi perhatian serius. Gubernur meminta klarifikasi data secara menyeluruh hingga tingkat desa serta pengawalan distribusi bantuan sosial seperti PKH dan PIP.

“Kita hanya urus orang miskin, bukan orang bermental miskin. Saya minta data diklarifikasi hingga tingkat desa. Jika ada yang bermain dengan data kemiskinan, kita cari pasal hukum yang paling keras,” ujarnya.

Evaluasi kinerja tim akan dilakukan setiap bulan selama satu tahun. Pemerintah juga akan segera mengukuhkan tim secara resmi dan menyusun cascading kinerja ASN agar capaian pembangunan terukur secara personal dan objektif.

Dengan pembentukan lima tim ini, Pemprov NTT berharap akselerasi pembangunan berjalan lebih terkoordinasi, terukur, dan berdampak langsung pada penurunan kemiskinan serta penguatan ekonomi daerah.

 

Kemiskinan NTT 2026 Melki Laka Lena Percepatan pembangunan NTT Tim kerja Pemprov NTT
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRI–India Siapkan MoU Investasi Industri Logam, Fokus Hilirisasi hingga Barang Modal
Next Article Seskab: Setelah 20 Tahun, Insentif Guru Honorer Naik di Era Presiden Prabowo

Berita Lainnya

TP PKK NTT Gandeng IAI Sambut KKN Tematik UGM, Perkuat Edukasi Penggunaan Obat hingga Tingkat Desa

19 Juli 2026 / 07:18 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

15 Juli 2026 / 02:08 WIB

Update Kasus Dokter Icha, Sikap 3 Partai hingga Pemeriksaan 32 Saksi di Polda NTT

14 Juli 2026 / 11:57 WIB

Misi Mencekam di Langit Papua: Tiga Helikopter Tempur Evakuasi Jasad Pilot AS yang Tewas Ditembak KKB

03 Juli 2026 / 10:23 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Lokasi Layanan SIM Keliling 26 Mei 2026

Galuh Parantri26 Mei 2026 / 08:21 WIB

Spanyol vs Argentina: Duel Juara Benua Penentu Raja Dunia

19 Juli 2026 / 08:00 WIB

TP PKK NTT Gandeng IAI Sambut KKN Tematik UGM, Perkuat Edukasi Penggunaan Obat hingga Tingkat Desa

19 Juli 2026 / 07:18 WIB

Bek Spanyol Sebut Permainan Keras Argentina Sudah Kelewatan

19 Juli 2026 / 07:00 WIB

Investasi Makin Diminati, Ini 5 Tips Agar Cuan Optimal dan Risiko Tetap Terkendali

19 Juli 2026 / 06:18 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.