Kupang, NTT (tutur.co.id) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membentuk lima tim kerja khusus untuk mempercepat pembangunan daerah. Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Daerah di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Jumat (27/2/2026).
Rapat dipimpin langsung Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Plh Sekda NTT Rita Wuisan, serta dihadiri pimpinan perangkat daerah, pejabat administrator, pejabat pengawas, dan staf terpilih.
Menurut Gubernur Melki, pembentukan tim ini bertujuan mempercepat koordinasi lintas sektor dan memastikan program prioritas berjalan efektif sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Tim ini dibentuk untuk mempercepat koordinasi, menghemat waktu dan energi. Konsolidasi program bersama sangat penting agar kekuatan kita tidak bias ke mana-mana,” tegas Melki.
Komposisi Lintas Sektor, Berbasis Kompetensi
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT Yosef Rasi menjelaskan, masing-masing tim beranggotakan 50 orang dengan komposisi 60 persen pejabat struktural dan 40 persen staf. Tim bersifat lintas sektor dan bekerja berdasarkan kapasitas serta kompetensi individu, bukan semata jabatan birokrasi.
Langkah ini dinilai sebagai pendekatan manajerial untuk menyelaraskan potensi sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam, dan budaya dalam mendukung target pembangunan daerah.
Lima Fokus Strategis
Gubernur membagi percepatan pembangunan dalam lima tim strategis:
(1) Tim Akselerasi Dasacita dan Program Pusat di Daerah, dipimpin Alfons Theodorus. Tim ini mereviu implementasi program unggulan daerah (Dasacita) serta program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan swasembada pangan.
(2) Tim Implementasi Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu, dipimpin Jonny Ericson Ataupah. Gubernur menargetkan angka kemiskinan turun dari 17,5 persen menjadi 11,5 persen pada akhir masa kepemimpinan, dengan validasi data hingga tingkat desa.
(3) Tim Optimalisasi PAD, dipimpin Bernhard Menoh, bertugas menutup kebocoran pajak dan menggali sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru.
(4) Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan, dipimpin Selfi Nange, berfokus pada hilirisasi produk lokal melalui NTT Mart serta optimalisasi penyaluran KUR bagi ASN dan UMKM untuk kegiatan produktif.
(5) Tim Komunikasi Pemerintahan, dipimpin Prisila Parera, bertugas memproduksi konten positif harian guna menjaga ruang publik dan membangun optimisme masyarakat.
Data Kemiskinan Jadi Sorotan
Isu akurasi data kemiskinan menjadi perhatian serius. Gubernur meminta klarifikasi data secara menyeluruh hingga tingkat desa serta pengawalan distribusi bantuan sosial seperti PKH dan PIP.
“Kita hanya urus orang miskin, bukan orang bermental miskin. Saya minta data diklarifikasi hingga tingkat desa. Jika ada yang bermain dengan data kemiskinan, kita cari pasal hukum yang paling keras,” ujarnya.
Evaluasi kinerja tim akan dilakukan setiap bulan selama satu tahun. Pemerintah juga akan segera mengukuhkan tim secara resmi dan menyusun cascading kinerja ASN agar capaian pembangunan terukur secara personal dan objektif.
Dengan pembentukan lima tim ini, Pemprov NTT berharap akselerasi pembangunan berjalan lebih terkoordinasi, terukur, dan berdampak langsung pada penurunan kemiskinan serta penguatan ekonomi daerah.

