Jakarta (Tutur.co.id) – Ekonom senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, permasalahan dunia usaha di Indonesi masih jauh api dari panggang. Ia mengingatkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk tak salah langkah yang justru berpotensi menjadikan Indonesia bak Venezuela.
Dalam podcast Bang Don Super Opini yang tayang di akun youtube Tutur TV, Wijayanto Samirin memandang masih banyak yang harus dibenahi di pemerintahan Prabowo Subianto terutama di bidang ekonomi.
Secara garis besar, Wijayanto memandang ada tiga poin penting yang harus diperhatikan Presiden Prabowo. “Itu terkait kebijakan yang berkualitas, birokrasi yang handal dan kemudian tingkat korupsi yang harus ditekan rendah,” kata Wijayanto.
Menurut Wijayanto, jika tiga hal itu tidak menjadi fokus pemerintahan Prabowo maka Indonesia berpeluang jatuh ke Kroni Kapitalisme, meski awalnya ingin menjiplak State Kapitalisme yang sukses diterapkan di China.
“Saya mengambil asset milik swasta dengan dalih untuk kepentingan negara tapi ternyata di belakang itu adalah para kroni yang dekat dengan kekuasaan. Ini yang terjadi di Venezuela. Jadi jangan sampai kita memimpikan China yang kita dapat Venezuela,” katanya.
Karena kekhawatiran itulah Wijayanto mendesak pemerintahan Prabowo untuk lebih berhati-hati. Terutama terkait kebijakan yang harus sustainable jangan kebijakan spontan, short term, gonta-ganti. Lalu birokrasi juga harus diperbaiki dan yang terakhir tentu keseriusan dalam pemberantasan korupsi.
Saksikan tayangan menarik Bang Don Super Opini dengan berbagai tema dan isu menarik di Tutur TV.

