Aceh Tamiang (tutur.co.id) – Seorang ibu dan bayinya yang berusia dua minggu berhasil dievakuasi dari pengungsian ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Sumatra Utara. Sang bayi dibawa ke rumah sakit karena mengalami cedera patah tulang bahu saat persalinan.
Persalinan terjadi dua minggu lalu. Dengan kondisi terbatas sang ibu melahirkan bayinya di pengungsian di Desa Rongoh, Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang yang terletak di perkebunan sawit bersama sekitar 40 pengungsi lainnya.
Kondisi ibu dan anak yang memprihatinkan itu mendapatkan perhatian relawan kemanusiaan sekaligus Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Hidayat. Tim Bergerak cepat melakukan evakuasi.
Saat dilakukan pemeriksaan awal, selain bayi patah tulang, sang ibu ternyata mengalami kadar hemoglobin rendah dan perlu ditransfusi darah. Selanjutnya Hidayat bersama relawan membawa bayi dan ibunya ke RS Adam Malik Medan menggunakan ambulans dari Puskesmas Aceh Tamiang.
“Proses evakuasi dilakukan sejak pagi hingga pukul 20.00 WIB. Semoga anak ini tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan bermanfaat,” ujar Hidayat.
Sebelum evakuasi dilakukan, Hidayat terlebih dahulu menghubungi pihak rumah sakit untuk memastikan kesiapan penanganan medis. Direktur RS Adam Malik, dr. Zainal kemudian memberikan atensi atas kondisi tersebut.
“Bayi sudah aman dan nyaman sedang tidur. Terima kasih seluruh pihak yang sudah membantu,” ujar Hidayat usai mengantar bayi dan ibu itu ke RS.
Perwakilan keluarga bayi dan ibunya menyampaikan terima kasih atas gerak cepat para relawan dan pemerintah
“Saya mewakili keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada para relawan dan pemerintah yang telah membawa kami dari Aceh hingga ke RS Adam Malik di Medan. Semoga bencana di Aceh segera membaik, dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujar perwakilan keluarga dalam video yang diterima.

