Madiun (tutur.co.id) – Suasana haru mewarnai kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sun Hotel, Madiun, akhir pekan lalu. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang memeluk seorang petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangis saat menyampaikan keluhannya. “Sudah-sudah, jangan menangis, kamu harus kuat, kamu harus tetap semangat,” ujar Nanik menenangkan.
Petugas tersebut adalah Nia Hastuti, Pengawas Keuangan SPPG Trenggalek Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Dalam forum yang dihadiri pengawas gizi, pengawas keuangan, dan jurutama masak dari Pacitan, Trenggalek, dan Ponorogo, Nia mengungkapkan kesulitan yang dialami tim di dapur MBG, terutama terkait ketiadaan ruang istirahat bagi para pengelola.
Ia menuturkan, kondisi tersebut membuat pengawas gizi terpaksa beristirahat di lantai kantor tanpa fasilitas memadai. “Kami merasa kasihan sekali kepada Pengawas Gizi kami, karena setiap hari terpaksa tidur di lantai di bawah meja kantor tanpa kasur karena tidak ada ruang istirahat. Padahal setiap hari dia tidak tidur semalaman karena mengawasi proses masak,” kata Nia sambil menangis.
Menurut Nia, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan mitra pengelola dapur untuk menyediakan ruang istirahat serta memperbaiki fasilitas seperti AC dan peralatan dapur yang rusak. Namun permintaan tersebut belum juga dipenuhi. “Sudah beberapa kali saya mengingatkan, tapi tidak juga dilakukan dengan alasan tidak ada dana,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan pengawas lain. Dewi Nur, Pengawas Gizi Kota Madiun, mengaku harus menempuh perjalanan jauh karena tidak tersedia tempat istirahat dekat dapur. “Saat pulang Jumat (dini hari) lalu saya mengalami kecelakaan,” katanya dengan suara bergetar.
Menanggapi hal itu, Nanik langsung memerintahkan Koordinator Regional SPPG Jawa Timur untuk mendata mitra yang tidak menyediakan fasilitas istirahat maupun peralatan layak. Ia menegaskan mitra yang abai dapat dikenai sanksi penghentian kerja sama. “Bilang sama pemilik ya, Ibu Waka sudah marah bener malam ini. Saya tutup atau segera membuat kamar!” tegasnya.
Nanik menekankan, mitra program MBG wajib menyediakan ruang istirahat layak bagi Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan, serta memastikan peralatan dapur dalam kondisi baik. “Mitra sudah menerima 6 juta rupiah tiap hari, jangan enak-enakan. Mitra harus bertanggung jawab,” ujarnya.

