Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan Selasa (10/2/2026). Meski ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya, pasar masih dibayangi sikap hati-hati investor di tengah arus dana asing yang belum sepenuhnya kembali.
Pada perdagangan terakhir, IHSG menguat 1,22% ke level 8.031. Namun, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 599,51 miliar di pasar reguler.
BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan IHSG ditopang oleh technical rebound pada saham-saham konglomerasi serta kenaikan harga saham berbasis komoditas emas. Dari sisi domestik, sentimen positif juga datang dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 yang naik ke level 127, tertinggi dalam 12 bulan terakhir.
“Secara teknikal, IHSG masih memiliki peluang lanjutan penguatan terbatas selama mampu bertahan di atas support 7.920, dengan resistance krusial di level 8.100,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan risetnya, Selasa (10/2/2026).
Meski demikian, pelaku pasar cenderung mengambil posisi wait and see. Investor menanti hasil pertemuan lanjutan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan MSCI terkait isu free float, transparansi, dan kelayakan investasi pasar modal Indonesia. Selain itu, rilis data penjualan ritel Indonesia dan Amerika Serikat (AS) juga menjadi perhatian sebagai penentu arah pasar berikutnya.
Dari luar negeri, sentimen global relatif kondusif. Indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan terakhir. Dow Jones Industrial Average naik 0,04% ke level 50.135,8, indeks S&P 500 menguat 0,47% ke 6.964,8, sementara Nasdaq melesat 0,9% ke level 23.238,6.
Rekomendasi Saham
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading jangka pendek pada perdagangan Selasa (10/2/2026):
ARCI
Saham ARCI masih berada dalam tren bullish dan berhasil melakukan pullback serta rebound dari area support 1.475–1.590. Peluang penguatan lanjutan terbuka dengan target resistance di kisaran 1.770–1.955.
BRIS
Saham BRIS membentuk pola double bottom dan saat ini berada dalam fase pullback. Selama harga bertahan di atas area neckline 2.290–2.350, terdapat potensi pembalikan arah menuju resistance 2.490–2.580.
BUVA
Saham BUVA mampu bertahan di atas area support 895–1.005 dan menunjukkan penguatan disertai akumulasi. Saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan dengan target resistance di rentang 1.195–1.300.

