Jakarta (Tutur.co.id) – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung langsung bergerak usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, kamis kemarin. Juda Agung menyampaikan langkahnya usai diberi tugas baru di Kementerian Keuangan tersebut.
Juda menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan kepadanya untuk mementingkan koordinasi kebijakan lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Intinya dari Presiden bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mencapai program-program pemerintahan yang sudah dicanangkan, tentu saja perlu koordinasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Dan juga tentu saja kebijakan di sektor riil, sehingga ini menjadi efektif di dalam upaya kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujarnya usai prosesi pelantikan.
.Menanggapi pertanyaan terkait kebijakan intervensi nilai tukar rupiah, Juda menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya berada dalam kewenangan Bank Indonesia. “Selama itu kebijakan moneter, itu di dalam wilayah Bank Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, terkait upaya peningkatan integritas pejabat dan tata kelola kelembagaan, Juda menilai langkah-langkah yang telah dilakukan Menteri Keuangan dalam beberapa bulan terakhir merupakan upaya penguatan yang tepat.
Lebih lanjut, Juda turut menyoroti pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter, termasuk melalui pertukaran pengalaman antarlembaga, untuk memperkuat efektivitas kebijakan ekonomi nasional.
“Tentu saja pengalaman saya yang cukup lama di Bank Indonesia, kemudian di otoritas fiskal, ini tentu saja sinerginya akan lebih baik, begitu juga Pak Thomas yang dulunya di otoritas fiskal, kemudian di moneter. Jadi sinerginya antara dua kebijakan akan lebih baik, dibandingkan kalau masing-masing di otoritasnya,” pungkasnya.

