Jakarta (Tutur.co.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa yang mengguncang Kabupaten Pacitan dan sekitarnya sebagai gempa jenis megathrust. Beruntungnya, gempa berkekuatan 6,4 skala richter tersebut tak menimbulkan tsunami.
Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam grup informasi kegempaan nasional menyebutkan bahwa gempa Kabupaten Pacitan ini termasuk jenis megathrust, gempa yang memiliki mekanisme sumber berupa pergerakan naik atau thrusting.
Daryono menambahkan, bersyukur gempa megathrust di Kabupaten Pacitan tersebut tak mencapai 7 skala richter. Pasalnya, jika mencapai kekuatan sebesar itu sangat berpotensi memicu tsunami.
Gempa megathrust
Gempa megatrust adalah gempa bumi sangat besar yang terjadi di zona subduksi, yaitu area tempat lempeng tektonik samudra menunjam ke bawah lempeng benua. Di zona ini, dua lempeng bisa terkunci selama ratusan tahun, menumpuk energi, lalu lepas sekaligus. Hal itu yang memicu gempa dahsyat.
Gempa megathrust sendiri mempunyai ciri magnitudo besar (umumnya M 8,0 ke atas), sumber gempa dangkal tapi sangat luas, berpotensi tsunami dan dampaknya bisa terasa lintas negara.
Kenapa berbahaya? Pasalnya gempa ini biasanya akan melepaskan energi yang besar dan pusat gempa berada di bawah laut sehingga pergerakan dasaar laut bisa mengangkat atau menurunkan kolom air dan memicu tsunami.
Contoh beberapa peristiwa gempa megathrust diantaranya gempa Aceh pada 2004, gempa Nias (2005) dan gempa Mentawai pada 2010.

