Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Bukan Hanya Bobby, KPK Periksa 4 Pegawai BPK Kasus Muara Enim
  • Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade
  • Hadir Sidang Dokter Tifa, Roy Suryo Bantah Pecah Kongsi
  • Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejagung Besok
  • Pelindo dan Arab Saudi Jajaki Kerja Sama Pelabuhan, Bahas Investasi hingga Pelayaran Langsung
  • Menkop Bicara Soal Besaran Gaji Pegawai Koperasi Merah Putih
  • Groundbreaking Proyek Gas Abadi Masela Dimulai, Investasi Rp390 Triliun Diproyeksi Hasilkan Penerimaan Negara Rp682,5 Triliun
  • Inggris Kalah Mental
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Hukum»Temuan Mengagetkan! Sepak Terjang Kortastipidkor Polri, Terpesona Berubah Jadi Keraguan

Temuan Mengagetkan! Sepak Terjang Kortastipidkor Polri, Terpesona Berubah Jadi Keraguan

Hukum Toto Pribadi16 Juli 2026 / 14:57 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Reza Indragiri dalam podcast Bang Don Zuper Opini
Reza Indragiri dalam podcast Bang Don Zuper Opini (Foto: Tutur)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Ahli psikologi forensic Reza Indragiri mengaku kaget dengan temuannya terkait kinerja Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Mabes Polri. Sempat mengaku terpesona dengan pengungkapan kasus yang menyeret ‘orang dalam’ Kejaksaan Agung, Reza kini berbalik ragu dengan kinerja Kortastipidkor. Kenapa?

Ya, saat publik termasuk dirinya sempat terpesona dengan sepak terjang Polri yang ikut berkompetisi bersama KPK dan Kejaksaan Agung dalam usaha menyikat para koruptor, Reza Indragiri justru menemukan fakta yang mengagetkan di balik kasus yang menyeret eks Jampidsus Febrie Andriansyah.

Baca juga: Enam Kejanggalan Proses Hukum Eks Jampidsus Febrie Versi Reza Indragiri

Reza Indragiri membagikan sebuah temuan menggelitik sekaligus memprihatinkan setelah menelusuri langsung rekam jejak digital kinerja korps berlambang bhayangkara ini. Ketika membuka situs resmi Tipidkor Polri, Reza menemukan fakta mengejutkan mengenai kerja pemberantasan korupsi yang dipublikasikan ternyata mandek sejak Oktober tahun lalu atau sekitar 7 hingga 8 bulan tanpa pembaruan.

“Saking terpesonanya saya, saya coba cari tahu tipikor ini seberapa hebat sesungguhnya. Saya bukalah situs Tipidkor Polri, website resmi. Apa yang saya temukan? Informasi terakhir tentang kerja pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Tipidkor itu munculnya pada bulan Oktober lalu. Berarti sekitar 7 atau 8 bulan lalu. Lalu apa kerjanya? Kosong,” kata Reza Indragiri dalam podcat Bang Don Zuper Opini.

Ketiadaan pembaruan data selama lebih dari setengah tahun ini tentu memicu kecurigaan lebih dalam lagi bagi Reza Indragiri. Apakah korps ini minim pergerakan, ataukah energi mereka tersedot penuh pada kasus-kasus tertentu saja seperti polemik yang menyeret Febrie Adriansyah?

“Lalu, situs Tipidkor saya tutup, saya buka situs yang lain, situs Satu Data, juga milik Mabes Polri. Perbedaannya Satu Data adalah seperti search engine. Kita tinggal masukkan kata kunci, kita klik satuan kerja terkait, akan muncul informasi di situ. Nah, itu sudah saya praktikkan. Saya masukkan kata kunci yaitu ‘korupsi’, satuan kerja yang saya klik adalah ‘Bareskrim’. Semestinya banyak dong data yang muncul. Berapa data yang muncul? 100? Kurang. 50? Kurang juga. 10? 2?. Tidak ada. Nihil, kosong melompong, hampa,” beber Reza.

Baca Juga  Barcelona Butuh Keajaiban di Metropolitano, Flick: Kami Bisa Melakukannya

Reza memang sempat ‘terhibur’ saat mencoba mengulik Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Mabes Polri. Data menunjukkan bahwa dari Januari hingga Juli, Bareskrim menangani sekitar 200-an ribu kasus secara total. Dari jumlah masif tersebut, kasus yang spesifik terkait tindak pidana korupsi (tipikor) tercatat hanya 78 kasus.

Namun itupun masih menyisakan tanda tanya bagi Reza Indragiri terkait dari 78 kasus tersebut, berapa yang berhasil dinyatakan lengkap (P-21) dan masuk ke pengadilan? Lalu juga terkait berapa banyak koruptor yang akhirnya dijatuhi hukuman? Semua tidak terinformasi dengan baik.

“Jadi yang saya mau katakan, maaf ini, kerja Kortastipikor Mabes Polri yang awalnya sungguh-sungguh saya apresiasi dua jempol, saya mulai khawatir ini adalah kerja ujug-ujug, kerja yang tidak cermat, kerja yang tidak hati-hati, kerja yang tampaknya sekali lagi, izinkan saya untuk membangun prasangka, tidak sungguh-sungguh menempatkan penegakan hukum atau pemberantasan korupsi sebagai prioritas utamanya,” ujar Reza.

Nah berpijak dari temuan itulah yang membuat Reza bahkan publik tentu sangat wajar jika memandang ‘janggal’ motif pengusutan kasus korupsi yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Meski dengan tegas Reza tetap mendukung hukuman seberat-beratnya jika Febrie terbukti bersalah.

Bang Don Super Opini headline jampidsus Jampidsus Febrie Adriansyah Kejaksaan Agung Kortastipidkor Polri reza indragiri
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenuju Era Baru AI, Apple Resmi Ungkap iOS 27 dengan Revolusi Siri AI
Next Article Dokter Tifa: Jokowi Ngaku Lulusan UGM Setelah 12 Tahun Jadi Pejabat Publik

Berita Lainnya

Bukan Hanya Bobby, KPK Periksa 4 Pegawai BPK Kasus Muara Enim

16 Juli 2026 / 17:13 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB

Hadir Sidang Dokter Tifa, Roy Suryo Bantah Pecah Kongsi

16 Juli 2026 / 16:26 WIB

Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejagung Besok

16 Juli 2026 / 15:50 WIB

Menkop Bicara Soal Besaran Gaji Pegawai Koperasi Merah Putih

16 Juli 2026 / 15:30 WIB

Groundbreaking Proyek Gas Abadi Masela Dimulai, Investasi Rp390 Triliun Diproyeksi Hasilkan Penerimaan Negara Rp682,5 Triliun

16 Juli 2026 / 15:19 WIB
Form Komentar Cancel Reply

KRL Tertahan di Jatinegara Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Deba Salamah28 April 2026 / 00:15 WIB

Bukan Hanya Bobby, KPK Periksa 4 Pegawai BPK Kasus Muara Enim

16 Juli 2026 / 17:13 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB

Hadir Sidang Dokter Tifa, Roy Suryo Bantah Pecah Kongsi

16 Juli 2026 / 16:26 WIB

Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejagung Besok

16 Juli 2026 / 15:50 WIB

Pelindo dan Arab Saudi Jajaki Kerja Sama Pelabuhan, Bahas Investasi hingga Pelayaran Langsung

16 Juli 2026 / 15:37 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.