New York (Tutur.co.id) – Timnas Brasil kembali harus mengubur mimpi meraih gelar juara dunia keenam setelah tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Selecao takluk 1-2 dari Norwegia di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (6/7/2026) pukul 03.00 WIB.
Bintang Norwegia Erling Haaland menjadi aktor utama kemenangan dengan mencetak dua gol pada babak kedua. Sementara Brasil hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui penalti Neymar pada masa injury time.
Kemenangan bersejarah ini mengantarkan Norwegia untuk pertama kalinya melaju ke babak perempat final Piala Dunia. Sebaliknya, Brasil kembali harus pulang lebih awal sekaligus memperpanjang kutukan mereka saat menghadapi tim-tim Eropa di fase gugur.
Kutukan Brasil Melawan Tim Eropa Terus Berlanjut
Kekalahan dari Norwegia menambah panjang daftar kegagalan Brasil menghadapi wakil Eropa di fase gugur Piala Dunia. Sejak menjuarai Piala Dunia 2002 dengan mengalahkan Jerman 2-0 di partai final, Selecao belum pernah lagi mampu menyingkirkan tim Eropa dalam fase knockout.
Rentetan hasil mengecewakan itu dimulai saat dikalahkan Prancis 0-1 pada perempat final Piala Dunia 2006. Empat tahun kemudian, Brasil kembali tersingkir setelah kalah 1-2 dari Belanda di perempat final.
Penderitaan mencapai puncaknya pada Piala Dunia 2014 ketika mereka dipermalukan Jerman 1-7 di semifinal di hadapan publik sendiri.
Kutukan tersebut berlanjut dengan kekalahan 1-2 dari Belgia pada perempat final Piala Dunia 2018, disusul kegagalan melawan Kroasia melalui adu penalti pada perempat final edisi 2022.
Kini, Norwegia menjadi tim Eropa terbaru yang menghentikan langkah Brasil. Artinya, Selecao telah enam kali berturut-turut tersingkir oleh wakil Eropa di fase gugur sejak menjadi juara dunia pada 2002.
Orjan Nyland Jadi Tembok Kokoh Norwegia
Meski Erling Haaland menjadi pahlawan lewat dua golnya, kemenangan Norwegia tidak lepas dari penampilan luar biasa kiper Orjan Nyland. Sejak awal pertandingan, penjaga gawang Norwegia itu tampil gemilang menjaga gawangnya tetap aman.
Norwegia sebenarnya sempat mencetak gol cepat melalui Patrick Berg pada menit ketiga. Namun, gol tersebut dianulir VAR karena Alexander Sorloth lebih dulu berada dalam posisi offside saat proses serangan.
Brasil kemudian memperoleh peluang emas pada menit ke-12 setelah wasit Ismail Elfath menunjuk titik penalti usai meninjau tayangan VAR terkait pelanggaran Kristoffer Ajer terhadap Matheus Cunha.
Bruno Guimaraes maju sebagai eksekutor. Namun, Nyland membaca arah tendangan dengan sempurna dan menggagalkan peluang emas Brasil untuk unggul lebih dahulu.
Kiper berusia 35 tahun itu kembali melakukan dua penyelamatan penting pada babak pertama saat menggagalkan peluang Gabriel Martinelli dan Vinicius Junior. Penampilan impresifnya membuat kedua tim menutup babak pertama dengan skor 0-0.
Haaland Pecahkan Kebuntuan
Babak kedua berlangsung semakin terbuka. Pelatih Brasil Carlo Ancelotti mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Endrick menggantikan Matheus Cunha pada menit ke-58.
Pergantian itu hampir membuahkan hasil ketika Endrick langsung memperoleh peluang emas. Namun, lagi-lagi Nyland tampil sigap mengamankan bola.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-79. Berawal dari umpan silang Andreas Schjelderup, Erling Haaland berhasil memenangi duel udara melawan Gabriel Magalhaes sebelum menanduk bola ke gawang Alisson Becker. Gol tersebut membawa Norwegia unggul 1-0.
Brasil berusaha merespons. Pada menit ke-88, Endrick hampir menyamakan kedudukan ketika tembakannya berubah arah setelah membentur Kristoffer Ajer. Akan tetapi, Nyland kembali melakukan penyelamatan luar biasa.
Haaland Segel Kemenangan Norwegia
Alih-alih menyamakan skor, Brasil justru kembali kebobolan. Tepat pada menit ke-90, Haaland memanfaatkan kelengahan lini belakang Brasil sebelum melepaskan tendangan mendatar terukur ke pojok gawang yang tidak mampu dijangkau Alisson.
Gol tersebut menjadi gol kedua Haaland dalam pertandingan sekaligus memastikan Norwegia unggul 2-0. Brasil baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-100 melalui titik penalti.
Wasit memberikan hadiah penalti setelah Leo Ostigard dinilai menyikut Casemiro saat duel udara di kotak terlarang. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-67 maju sebagai eksekutor dan sukses menaklukkan Nyland.
Namun, gol tersebut hanya menjadi pelipur lara. Tak lama setelah bola kembali bergulir, wasit meniup peluit panjang yang memastikan kemenangan Norwegia 2-1.
Norwegia Ukir Sejarah, Brasil Kembali Gagal
Kemenangan atas Brasil menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah sepak bola Norwegia. Jika sebelumnya pencapaian terbaik mereka hanya mencapai babak 16 besar, kini skuad asuhan Stale Solbakken berhasil menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Norwegia selanjutnya akan menghadapi Inggris di babak delapan besar dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit.
Sementara itu, tambahan dua gol membuat Erling Haaland kini mengoleksi tujuh gol di Piala Dunia 2026, sejajar dengan Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam persaingan perebutan Sepatu Emas.
Bagi Brasil, kegagalan ini semakin memperpanjang penantian mereka untuk kembali menjadi juara dunia. Gelar terakhir Selecao masih diraih pada Piala Dunia 2002, sementara dalam enam edisi berikutnya mereka selalu gagal mengakhiri dominasi negara-negara Eropa di fase gugur.

