Seattle (Tutur.co.id) – Kapten timnas Inggris, Harry Kane, menegaskan bahwa siapa pun di skuad The Three Lions memiliki peluang menjadi pahlawan di Piala Dunia 2026. Namun, saat Inggris menghadapi Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar, giliran Kane yang tampil sebagai penentu kemenangan lewat dua gol yang membawa timnya menang dramatis 2-1 sekaligus mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Meski menjadi bintang kemenangan, Kane menolak mengambil seluruh pujian. Menurut penyerang Bayern Munchen itu, keberhasilan Inggris merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang tidak pernah menyerah meski sempat berada dalam situasi sulit.
“Siapa pun bisa memiliki momen sebagai pahlawan, dan hari ini giliran saya. Sepanjang pekan kami juga berbicara untuk tetap menjadi diri sendiri,” ujar Kane, dikutip dari laman resmi FIFA.
Inggris dikejutkan oleh gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh yang membawa RD Kongo unggul lebih dulu. Sepanjang babak pertama, The Three Lions kesulitan membongkar pertahanan disiplin wakil Afrika tersebut dan beberapa kali dipaksa bekerja keras oleh penampilan gemilang kiper Lionel Mpasi.
Namun, pengalaman dan kualitas Kane kembali menjadi pembeda pada momen-momen krusial. Sang kapten mencetak gol penyeimbang pada menit ke-75 sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-86. Brace tersebut memastikan Inggris membalikkan keadaan menjadi 2-1 sekaligus mengirim The Three Lions ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi tuan rumah Meksiko.
Kane mengaku kemenangan tersebut terasa sangat spesial karena diraih melalui perjuangan yang tidak mudah. Ia juga memberikan apresiasi kepada RD Kongo yang tampil solid dan mampu memberikan tekanan besar kepada Inggris sepanjang pertandingan.
“Rasanya luar biasa. Pertandingan yang benar-benar gila. Mereka adalah tim yang tangguh dan setelah jeda minum pertama kami bermain jauh lebih baik. Kiper mereka juga melakukan sejumlah penyelamatan yang luar biasa,” kata Kane.
Meski puas membawa Inggris lolos, Kane mengingatkan bahwa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah jika ingin melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Menurutnya, fase gugur selalu menuntut setiap tim untuk berjuang hingga peluit akhir, dan kemenangan atas RD Kongo menjadi bukti bahwa mentalitas pantang menyerah merupakan modal penting dalam perebutan gelar juara dunia.
“Di fase gugur seperti ini, yang terpenting adalah lolos. Kami sudah memasuki tahap turnamen di mana setiap kemenangan harus diperjuangkan, dan itulah yang berhasil kami lakukan hari ini,” tutup Kane.
Penampilan heroik Harry Kane kembali menegaskan statusnya sebagai sosok paling berpengaruh di lini depan Inggris. Ketika tim berada dalam tekanan, sang kapten mampu tampil sebagai pembeda dan menjaga mimpi The Three Lions untuk terus melaju dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026.

