Hanoi (tutur.co.id) – Vietnam kembali mengambil langkah besar dalam upaya menekan polusi udara. Meski pemerintah negara tersebut resmi menunda larangan penuh motor berbahan bakar bensin di Hanoi hingga 2028, namun sebagai gantinya pemerintah menerapkan kawasan rendah emisi (Low Emission Zone/LEZ) secara bertahap mulai pertengahan 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu strategi jangka panjang untuk menciptakan kualitas udara yang lebih baik di ibu kota.
Tahap pertama akan dimulai pada Juli hingga Desember 2026 dengan penerapan zona rendah emisi di beberapa kawasan pusat Hanoi, termasuk area sekitar Danau Hoan Kiem. Pada periode tersebut, sepeda motor berbahan bakar bensin akan dibatasi memasuki kawasan pejalan kaki dan pasar malam pada waktu-waktu tertentu. Meski demikian, layanan darurat tetap diizinkan beroperasi, sementara pengemudi ojek online dan kurir hanya diminta mengurangi aktivitasnya.
Memasuki tahun 2027, cakupan zona rendah emisi akan diperluas ke wilayah Hoan Kiem dan Cua Nam. Aturan juga menjadi lebih ketat karena sepeda motor berbahan bakar bensin yang digunakan untuk layanan transportasi online maupun pengiriman barang tidak lagi diperbolehkan beroperasi di kawasan tersebut. Pemerintah Vietnam berharap masa transisi ini memberi waktu bagi masyarakat untuk beradaptasi.
Mulai 2028 hingga akhir 2029, seluruh kawasan Ring Road 1 Hanoi akan resmi menjadi zona rendah emisi. Seluruh kendaraan roda dua komersial berbahan bakar bensin akan dilarang memasuki area tersebut. Sementara itu, motor pribadi yang tidak memenuhi standar emisi Level 3 sesuai regulasi nasional juga tidak lagi diperbolehkan melintas.
Selain menerapkan pembatasan, pemerintah Vietnam juga menjalankan berbagai program edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Pemilik sepeda motor lama, khususnya kendaraan impor sebelum 2008 atau motor produksi sebelum 2016, didorong untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraannya demi mendukung perbaikan kualitas udara di Hanoi.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa transisi menuju transportasi ramah lingkungan tidak selalu dilakukan secara mendadak, melainkan melalui tahapan yang terukur. Dengan meningkatnya tren kendaraan listrik di berbagai negara Asia Tenggara, langkah Vietnam diperkirakan akan menjadi perhatian banyak negara, termasuk Indonesia, yang juga tengah mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan pengurangan emisi di sektor transportasi. Namun tampaknya udara Hanoi bakal jauh lebih bersih dari Jakarta.

