Jakarta (tutur.co.id) – Kejaksaan Agung kembali merespon terkait munculnya beberapa nama besar dalam pusaran skandal korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026. Setelah awalnya hanya muncul 26 nama, yang terbaru kini bertambah total menjadi 41 nama.
Munculnya nama-nama ‘besar’ dalam skandal yang menyeret tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) ini berawal dari BAP Sony Sonjaya, salah satu tersangka yang juga eks Wakil Kepala BGN. Penyidik membuka percakapan WhatsApp dan tabel permintaan titik dalam ponsel Sony dan muncul lah 41 nama tersebut.
Baca juga: Sosok NSD dalam Pusaran Skandal Korupsi MBG, Semua Tertuju Nanik S Deyang
Menanggapi hal tersebut, pihak Kejagung mengaku akan mendalami nama-nama yang muncul untuk menemukan apakah memang ditemukan tindak pidana atau penyimpangan lainnya.
“Sedangkan nama-nama itu juga sedang kami pelajari. Kami pelajari apakah hal itu merupakan suatu tindak pidana atau penyimpangan lain atau sesuatu yang lain yang lebih besar. Itu yang sedang kami dalam penyedikan ini,” kata Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, Selasa 23 Juni 2026.
Seperti diberitakan sebelumnya, 41 nama tersebut berkaitan dengan pihak-pihak yang disebut mengajukan atau meminta titik SPPG (dapur MBG). Dugaan yang sedang didalami penyidik adalah apakah terdapat praktik jual-beli, pengaturan, atau penyalahgunaan penentuan titik dapur MBG.
Dan yang menarik, dari pernyataan kubu Sony Sonjaya nomor urut pertama dari daftar 41 nama itu adalah NSD yang banyak dikaitkan dengan Nanik S Deyang, Kepala BGN yang baru.

