Kiev (tutur.co.id) – Perang Rusia kontra Ukraina memang sempat terpinggirkan dengan berita-berita perang antara Amerika Serikat (AS) versus Iran. Namun faktanya, perang Rusia versus Ukraina ini masih berkecamuk hingga saat ini. Nah, berikut updte tentang perang yang melanda kawasan Eropa Timur tersebut.
Dari data terbaru Angkatan Bersenjata Ukraina, seperti dilansir Kyivindependent pada Senin 22 Juni 2026, Rusia tercatat telah kehilangan total sekitar 1.393.140 tentara sejak melakukan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Sedangkan yang luka-luka dari pihak Rusia diperkirakan sebanyak 1.190 tentara.
Tak hanya itu, Rusia juga kehilangan 12.050 tank, 24.805 kendaraan tempur lapis baja, 110.201 kendaraan tanki bahan bakar, 44.530 sistem artileri, 1,886 sistem peluncur roket, 1.437 sistem pertahanan udara, 436 pesawat, 353 helikopter, 366.164 drone, 1.712 kendaraan darat tanpa awak, 33 kapal dan perahu serta dua kapal selam.
Namun sayangnya, angkatan bersenjata Ukraina tak menyebutkan berapa kerugian yang diderita pihaknya. Menurut Center for Strategic and International Studie (CSIS) memperkirakan perbandingan ratio kehilangan tentara Rusia dengan Ukraina 2:1 atau dengan kata lain Rusia dua kali lipat lebih banyak kehilangan tentara.
Pada awal Januari 2026 lalu, CSIS sempat membeberkan kerugian yang dialami Ukraina selama invasi Rusia ke negaranya. Diantaranya, Ukraina kehilangan 500.000 tentara dan 600.000 luka-luka sejak Februari 2022 hingga Desember 2025.

