Jakarta (tutur.co.id) – Pada perdagangan akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup menguat 0,47% ke level 9.075. Meski berhasil menembus target psikologis 9.100, pergerakan indeks mulai diwarnai tekanan jual yang menandakan pasar memasuki fase krusial dalam jangka pendek.
Kepala Riset Ritel MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai secara teknikal posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian wave (v) dari wave [iii] dalam struktur pergerakan naik (uptrend) jangka menengah. Namun, setelah target kenaikan tercapai, investor perlu mencermati potensi koreksi yang mulai terbentuk.
“Secara teknikal, IHSG berpeluang mengalami koreksi wajar di area 8.970–9.039 sebelum melanjutkan penguatan berikutnya,” ujar Herditya dalam riset MNCS Daily Scope Wave, 19 Januari 2026.
Ia menambahkan, selama IHSG masih mampu bertahan di atas area support terdekat, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka dengan target berikutnya di kisaran 9.123–9.151. Adapun level support berada di 8.956 dan 8.908, sementara resistance terdekat berada di area 9.077 dan 9.012.
Dalam kondisi pasar yang mulai volatil, investor disarankan untuk lebih selektif dan disiplin dalam manajemen risiko, terutama bagi yang mengejar saham-saham yang sudah mengalami reli signifikan.
Untuk strategi jangka pendek, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai masih memiliki peluang teknikal menarik, yakni PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Di sisi sektoral, Herditya mencermati tren penguatan harga emas dunia yang masih berlanjut. Kondisi tersebut dinilai menjadi katalis positif bagi emiten-emiten yang memiliki eksposur terhadap komoditas emas, yang dalam jangka pendek masih berpeluang melanjutkan penguatan.
“Melihat harga emas global yang masih bergerak naik, saham-saham terkait komoditas tersebut masih memiliki potensi penguatan,” jelasnya.
Selain faktor komoditas, musim pembagian dividen interim di awal tahun juga menjadi sentimen pendukung pergerakan pasar saham. Menurut Herditya, banyak emiten yang mulai membagikan dividen interim, sehingga menarik minat investor ritel maupun institusi.
“Dividen interim menjadi katalis positif, terutama bagi saham-saham dengan fundamental solid dan likuiditas yang baik,” tambahnya.
Untuk strategi jangka pendek hingga sepekan ke depan, Herditya merekomendasikan investor mencermati saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA), di tengah potensi volatilitas IHSG yang masih cukup tinggi.
Sebelumnya, MNC Sekuritas juga mencatat sejumlah saham yang layak diperhatikan dalam strategi trading, antara lain ITMG, RAJA, dan KLBF, dengan catatan tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.

