Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Data Center NeutraDC Batam Ludes Sebelum Beroperasi, Telkom Siapkan Ekspansi Kapasitas
  • Rakyat Protes Makanan MBG Jelek, MAKI Sebut Tak Sesuai Spesifikasi
  • Menko AHY Berbicara di Forum Negara ASEAN dan Eurasia
  • Modus ‘Uang Acc Klik’ Pengurusan Izin Tinggal WNA di Kasus Korupsi Imipas
  • Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100
  • Laptop Googlebook: Berikut Spesifikasi, Fitur Unggulan, Harga dan Masuk Indonesia
  • Raksasa Chip Dunia Mulai Ramai-ramai Merapat ke India
  • Dunia Bersiap! El Nino Diprediksi Muncul Lagi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100

Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100

Energi & Tambang Gusti Tetiro05 Juni 2026 / 10:18 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana, menegaskan agenda transisi menuju energi bersih tidak dapat dipisahkan dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, kedua agenda tersebut harus berjalan secara bersamaan agar Indonesia mampu menjaga pasokan energi tetap aman, terjangkau, sekaligus lebih ramah lingkungan.

“Sekarang masanya bukan memilih antara ketahanan energi atau transisi energi. Dua-duanya harus dilakukan secara bersamaan. Kita harus memastikan energi di Indonesia tetap secure dan resilient, tetapi di saat yang sama juga semakin bersih,” kata Dadan dalam keterangan tertulis, seperti dilansir Antara, Kamis.

Menurut Dadan, dinamika geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia membuat setiap negara berlomba memperkuat kemandirian energi. Indonesia pun menghadapi tantangan serupa, terutama karena masih tingginya ketergantungan terhadap impor energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Data DEN menunjukkan konsumsi minyak nasional saat ini mencapai sekitar 1,52 juta barel per hari. Sementara itu, produksi minyak domestik baru berada di kisaran 610 ribu barel per hari. Kesenjangan tersebut membuat Indonesia masih harus mengimpor energi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Kalau kebutuhan impor mencapai sekitar satu juta barel per hari dan harga minyak berada di level US$100 per barel, artinya setiap hari kita membutuhkan sekitar US$100 juta untuk membeli minyak mentah. Ini menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi nasional,” ujar Dadan.

Tingginya kebutuhan impor energi dinilai semakin relevan di tengah tren kenaikan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan. Kondisi tersebut berpotensi memperbesar tekanan terhadap neraca perdagangan, nilai tukar rupiah, hingga beban fiskal pemerintah.

Dadan menjelaskan sektor transportasi masih menjadi penyumbang terbesar konsumsi BBM nasional. Saat ini jumlah sepeda motor di Indonesia telah mencapai sekitar 140 juta unit, sedangkan jumlah mobil penumpang melampaui 20 juta unit. Besarnya populasi kendaraan tersebut membuat konsumsi energi berbasis fosil tetap tinggi.

Baca Juga  Langkah Baru PHE di Timur Indonesia, Kontrak WK Lavender Resmi Ditandatangani

Karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan program elektrifikasi transportasi sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga program konversi sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik.

Selain elektrifikasi, pemerintah juga mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), termasuk panas bumi yang dinilai memiliki keunggulan sebagai sumber energi yang stabil dan berkelanjutan.

Menurut Dadan, panas bumi memiliki peran strategis dalam mendukung target bauran energi nasional karena mampu menghasilkan listrik secara konsisten tanpa bergantung pada kondisi cuaca.

“Panas bumi diposisikan sebagai salah satu energi utama dalam bauran energi nasional. Keberhasilannya sudah terbukti selama puluhan tahun dan ini menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional dan tekanan terhadap pasar energi global, penguatan produksi energi domestik serta percepatan transisi menuju energi bersih dinilai menjadi langkah krusial untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

energi terbarukan headline Impor Minyak ketahanan energi pilihan editor transisi energi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLaptop Googlebook: Berikut Spesifikasi, Fitur Unggulan, Harga dan Masuk Indonesia
Next Article Modus ‘Uang Acc Klik’ Pengurusan Izin Tinggal WNA di Kasus Korupsi Imipas

Berita Lainnya

Menko AHY Berbicara di Forum Negara ASEAN dan Eurasia

05 Juni 2026 / 10:37 WIB

Laptop Googlebook: Berikut Spesifikasi, Fitur Unggulan, Harga dan Masuk Indonesia

05 Juni 2026 / 10:15 WIB

IHSG Bergerak Terbatas, BRI Danareksa Pilih MDKA dan TINS sebagai Saham Unggulan

05 Juni 2026 / 08:48 WIB

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Akan Masuk Kabinet Merah Putih

05 Juni 2026 / 08:30 WIB

IHSG Masih Dibayangi Tekanan Jual, Phintraco Jagokan 5 Saham Emiten Tambang Ini

05 Juni 2026 / 08:18 WIB

Mensesneg Ungkap Dua Alasan Penunjukan Nanik Deyang Sebagai Kepala BGN

05 Juni 2026 / 08:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Veda Ega Optimistis Hadapi Seri Moto3 GP Amerika Serikat

Deba Salamah24 Maret 2026 / 20:57 WIB

Data Center NeutraDC Batam Ludes Sebelum Beroperasi, Telkom Siapkan Ekspansi Kapasitas

05 Juni 2026 / 11:39 WIB

Rakyat Protes Makanan MBG Jelek, MAKI Sebut Tak Sesuai Spesifikasi

05 Juni 2026 / 11:32 WIB

Menko AHY Berbicara di Forum Negara ASEAN dan Eurasia

05 Juni 2026 / 10:37 WIB

Modus ‘Uang Acc Klik’ Pengurusan Izin Tinggal WNA di Kasus Korupsi Imipas

05 Juni 2026 / 10:32 WIB

Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100

05 Juni 2026 / 10:18 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.