Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Intip Kekayaan Lalu Ahmad Zaini Tembus Rp25,5 M, Punya Puluhan Bidang Tanah
  • Telkom Gelar Culture Festival 2026, Perkuat Budaya Perusahaan di Tengah Transformasi
  • Warga Kedungombo Melawan! Gelar Pahlawan Soeharto Kembali Digoyang
  • Motor Listrik Nasional dan Momentum Reindustrialisasi
  • Opini: Logistik Perintis Lumpuh, Program Strategis Nasional MBG dan KDMP Terancam Gagal
  • Houthi Yaman Blokade Laut Merah, Siap-siap Harga Minyak Semakin Meroket
  • OTT Bupati Lombok Barat Naik Tahap Penyidikan, Total 8 Orang Diperiksa KPK
  • Pegadaian Jadi Pendiri IBMA, Siap Integrasikan Ekosistem Emas Indonesia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100

Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100

Energi & Tambang Gusti Tetiro05 Juni 2026 / 10:18 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana, menegaskan agenda transisi menuju energi bersih tidak dapat dipisahkan dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, kedua agenda tersebut harus berjalan secara bersamaan agar Indonesia mampu menjaga pasokan energi tetap aman, terjangkau, sekaligus lebih ramah lingkungan.

“Sekarang masanya bukan memilih antara ketahanan energi atau transisi energi. Dua-duanya harus dilakukan secara bersamaan. Kita harus memastikan energi di Indonesia tetap secure dan resilient, tetapi di saat yang sama juga semakin bersih,” kata Dadan dalam keterangan tertulis, seperti dilansir Antara, Kamis.

Menurut Dadan, dinamika geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia membuat setiap negara berlomba memperkuat kemandirian energi. Indonesia pun menghadapi tantangan serupa, terutama karena masih tingginya ketergantungan terhadap impor energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Data DEN menunjukkan konsumsi minyak nasional saat ini mencapai sekitar 1,52 juta barel per hari. Sementara itu, produksi minyak domestik baru berada di kisaran 610 ribu barel per hari. Kesenjangan tersebut membuat Indonesia masih harus mengimpor energi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Kalau kebutuhan impor mencapai sekitar satu juta barel per hari dan harga minyak berada di level US$100 per barel, artinya setiap hari kita membutuhkan sekitar US$100 juta untuk membeli minyak mentah. Ini menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi nasional,” ujar Dadan.

Tingginya kebutuhan impor energi dinilai semakin relevan di tengah tren kenaikan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan. Kondisi tersebut berpotensi memperbesar tekanan terhadap neraca perdagangan, nilai tukar rupiah, hingga beban fiskal pemerintah.

Dadan menjelaskan sektor transportasi masih menjadi penyumbang terbesar konsumsi BBM nasional. Saat ini jumlah sepeda motor di Indonesia telah mencapai sekitar 140 juta unit, sedangkan jumlah mobil penumpang melampaui 20 juta unit. Besarnya populasi kendaraan tersebut membuat konsumsi energi berbasis fosil tetap tinggi.

Baca Juga  Misi Mencekam di Langit Papua: Tiga Helikopter Tempur Evakuasi Jasad Pilot AS yang Tewas Ditembak KKB

Karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan program elektrifikasi transportasi sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga program konversi sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik.

Selain elektrifikasi, pemerintah juga mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), termasuk panas bumi yang dinilai memiliki keunggulan sebagai sumber energi yang stabil dan berkelanjutan.

Menurut Dadan, panas bumi memiliki peran strategis dalam mendukung target bauran energi nasional karena mampu menghasilkan listrik secara konsisten tanpa bergantung pada kondisi cuaca.

“Panas bumi diposisikan sebagai salah satu energi utama dalam bauran energi nasional. Keberhasilannya sudah terbukti selama puluhan tahun dan ini menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional dan tekanan terhadap pasar energi global, penguatan produksi energi domestik serta percepatan transisi menuju energi bersih dinilai menjadi langkah krusial untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

energi terbarukan headline Impor Minyak ketahanan energi pilihan editor transisi energi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLaptop Googlebook: Berikut Spesifikasi, Fitur Unggulan, Harga dan Masuk Indonesia
Next Article Modus ‘Uang Acc Klik’ Pengurusan Izin Tinggal WNA di Kasus Korupsi Imipas

Berita Lainnya

Warga Kedungombo Melawan! Gelar Pahlawan Soeharto Kembali Digoyang

21 Juli 2026 / 14:32 WIB

Motor Listrik Nasional dan Momentum Reindustrialisasi

21 Juli 2026 / 14:30 WIB

Opini: Logistik Perintis Lumpuh, Program Strategis Nasional MBG dan KDMP Terancam Gagal

21 Juli 2026 / 14:05 WIB

Houthi Yaman Blokade Laut Merah, Siap-siap Harga Minyak Semakin Meroket

21 Juli 2026 / 13:49 WIB

KPK Sorot Menteri PU Soal Dugaan Penyimpangan Penggunaan Fasilitas untuk Keluarga

21 Juli 2026 / 12:44 WIB

Pengacara Tewas Jatuh dari Lantai 46, Diduga Kerabat Hotman Paris Hutapea

21 Juli 2026 / 11:29 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Polres Situbondo Tambah Pos Pelayanan di Pelabuhan Jangkar, Antisipasi Lonjakan 10 Ribu Pemudik Lebaran 2026

Sasha Widiawati09 Maret 2026 / 01:17 WIB

Intip Kekayaan Lalu Ahmad Zaini Tembus Rp25,5 M, Punya Puluhan Bidang Tanah

21 Juli 2026 / 15:34 WIB

Telkom Gelar Culture Festival 2026, Perkuat Budaya Perusahaan di Tengah Transformasi

21 Juli 2026 / 14:45 WIB

Warga Kedungombo Melawan! Gelar Pahlawan Soeharto Kembali Digoyang

21 Juli 2026 / 14:32 WIB

Motor Listrik Nasional dan Momentum Reindustrialisasi

21 Juli 2026 / 14:30 WIB

Opini: Logistik Perintis Lumpuh, Program Strategis Nasional MBG dan KDMP Terancam Gagal

21 Juli 2026 / 14:05 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.