Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Hukum»Ada Pabrik Narkotika Internasional di Apartemen Elit Sudirman

Ada Pabrik Narkotika Internasional di Apartemen Elit Sudirman

Hukum Adi P16 Januari 2026 / 23:14 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Direktur Psikotropika dan Prekursor BNN, Aldrin Hutabarat dan tim gabungan menunjukkan barang bukti bahan produksi narkotika jaringan internasional yang digerebek di sebuah apartemen elit di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan Jumat, 16 Januari 2026. (Foto: Tutur/BNN).
Direktur Psikotropika dan Prekursor BNN, Aldrin Hutabarat dan tim gabungan menunjukkan barang bukti bahan produksi narkotika jaringan internasional yang digerebek di sebuah apartemen elit di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan Jumat, 16 Januari 2026. (Foto: Tutur/BNN).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Di balik pintu sebuah apartemen mewah di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, aparat Tim Gabungan BNN yang terdiri dari Direktorat Interdiksi, Direktorat P2, Direktorat Intelijen, serta Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dit. Dakjar), berkolaborasi dengan Bea dan Cukai membongkar dapur senyap narkotika jaringan internasional. Penyidik menemukan laboratorium rahasia yang memproduksi cairan vape mengandung etomidate, zat narkotika golongan II yang disamarkan sebagai rokok elektrik.

“Ini bukan sekadar peredaran, tetapi sudah masuk tahap produksi narkotika dengan modus yang semakin canggih. Dikemas rokok elektrik,” kata Direktur Psikotropika dan Prekursor pada Deputi Bidang Pemberantasan  BNN, Aldrin Hutabarat dalam keterangan kepada media di lokasi penggerebekan, Jumat, 16 Januari 2026.

Penggerebekan dilakukan di sebuah unit Sudirman Tower Condominium. Dua warga negara asing berinisial TK dan MK diamankan. Keduanya diduga berperan sebagai peracik cairan etomidate yang akan dimasukkan ke ribuan cartridge vape sebelum diedarkan ke pasar gelap.

Dua pria WNA yang ditangkap karena diduga memproduksi narkotika di sebuah apartemen elit di kawasan Sudirman Jakarta Jumat 16 Januari 2026. (Foto:Tutur/BNN)
Dua pria WNA yang ditangkap karena diduga memproduksi narkotika di sebuah apartemen elit di kawasan Sudirman Jakarta Selatan, Jumat 16 Januari 2026. (Foto:Tutur/BNN)

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti Tim Gabungan BNN bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pada Kamis sore, 15 Januari 2026, petugas mencurigai seorang warga asing yang membawa koper dan ransel berisi 3.000 cartridge vape kosong menuju apartemen tersebut. “Dari hasil surveillance itulah kami memastikan lokasi ini digunakan sebagai laboratorium clandestine,” ujar Aldrin.

Di dalam unit apartemen, petugas menemukan botol kaca berkapasitas enam liter berisi 4.919,5 mililiter cairan bening yang disimpan di bawah lemari wastafel. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan cairan tersebut mengandung etomidate. “Penyalahgunaan zat ini sangat berbahaya karena bekerja langsung pada sistem saraf pusat dan berisiko menyebabkan kematian,” kata Aldrin.

Kepada penyidik, TK mengaku datang ke Indonesia atas perintah seseorang berinisial AD dengan bekal uang operasional Rp 6,39 juta. Bersama MK, ia bertugas mencampur cairan etomidate dan mengisinya ke dalam cartridge vape. “Ini menunjukkan Indonesia tidak hanya dijadikan pasar, tetapi juga lokasi produksi oleh jaringan narkotika internasional. Pelakunya orang asing,” tutur Aldrin.

Baca Juga  Video: Usai Temuan Zat Narkotika, BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia

Selain cairan narkotika, aparat menyita ribuan komponen rokok elektrik, botol tetes, corong plastik, uang tunai dalam rupiah dan ringgit Malaysia, tiga unit telepon genggam, tiket penerbangan, serta bukti sewa apartemen melalui aplikasi daring. Menurut Aldrin, rangkaian barang bukti itu menguatkan dugaan operasi terorganisasi lintas negara.

Para pelaku terancam dijerat dengan pasal-pasal berat Undang-Undang Narkotika dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara jangka panjang.

BNN menilai kasus ini sebagai peringatan keras atas pergeseran modus peredaran narkotika yang menyasar generasi muda perkotaan melalui produk vape atau rokok elektrik.  Di kota yang dipenuhi simbol kemewahan, narkotika kini diracik tanpa bau menyengat—bening, modern, dan tersembunyi rapi di balik pintu apartemen elite. Produknya pun menyaru sebagai rokok elektrik yang menjadi tren saat ini.

Apartemen Elit BNN Etomidate Narkotika Vape
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: BNN dan Bea Cukai Ungkap Produksi Vape Narkotika di Apartemen Sudirman, Jakarta Selatan
Next Article Hampir Enam Ribu Rumah Terendam, BNPB Dorong Normalisasi Sungai Juwana Kudus

Berita Lainnya

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Modus ‘Uang Acc Klik’ Pengurusan Izin Tinggal WNA di Kasus Korupsi Imipas

Ahmad Nuryaman05 Juni 2026 / 10:32 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.