Jakarta (tutur.co.id) – Dubes RI untuk Rusia 2008-2011, Prof Hamid Awaluddin, memaparkan pandangannya terkait konflik perang Amerika Serikat versus Iran di Kawasan Teluk. Dari kaca mata diplomat dan juru runding, Hamid Awaluddin menyampaikan fakta-fakta menarik.
Podcast Bang Don Zuper Opini kali ini memang kembali mengangkat isu Perang Iran yang masih belum jelas titik akhirnya. Dalam acara yang dipandu Don Bosco Selamun, Hamid Awaluddin membuka diskusi dengan sebuah fakta merugikan dari sisi Amerika Serikat.
“Saya dari dulu yakin perang tidak akan lama. Kalau Anda lihat sejak Perang Dunia Kedua, Amerika tidak pernah menang kalua perang itu Panjang. Korea, Vietnam terakhir kan melawan Taliban 20 tahun, menang tidak? Enggak kan? Padahal Taliban itu bukan negara hanya kelompok orang,” kata Hamid Awaluddin dalam podcast Bang Don Zuper Opini.
Ia melanjutkan, alasan kedua perang tidak akan lama adalah fakta bahwa tidak ada perang yang tidak melibatkan masalah ekonomi. Termasuk terkait dengan biaya perang yang tentu sangat lah besar.
“Pertanyaannya, mampu gak kawan kita ini Amerika Serikat membiayai perangnya? Tidak. Dalam satu hari dia harus keluarkan uang 2 miliar dolar berarti Rp38 triliun lebih. Per hari loh, mampu enggak itu?” kata Hamid Awaluddin.
Menurut Hamid, AS telah salah kalkulasi dengan menyerang negara sekelas Iran. Kesalahan pertama, lanjutnya, AS berpikir Uni Eropa akan membantunya sehingga ada burden share (skema pembagian biaya perang). Faktnya tidak.
“Sama ketika dia serang Irak dulu, yang tanggung biaya perangnya kan Saudi Arabia dan Kuwait. Sekarang siapa yang tanggung biaya? Tidak ada kan? Bahkan dia membiayai negara lain, yaitu Israel,” ujar mantan Menteri Hukum dan HAM itu.
Kesalahan kedua menurutnya adalah Amerika Serikat tidak menyangka bahwa Iran itu bakal melawan habis-habisan. Bahkan saat banyak tokoh-tokoh pentingnya tewas namun Iran masih mampu melawan dengan gagah berani.
“Dia pikir serang lantas gencatan senjata berhenti. Kali ini enggak. Kenapa? Karena dia menyerang orang yang sedang berpuasa, jadi double nilainya. Untuk memperkuat tesis saya, ada 33 juta rakyat Iran sekarang tanda tangan petisi dan siap mati, siap jadi tantara membela negaranya,” katanya.
Dua hal itu lah yang membuat Amerika Serikat saat ini justru menjadi pihak yang paling dirugikan dengan perang melawan Iran.
Nah, buat Kawan Tutur jangan lewatkan perbincangan menarik Don Bosco Selamun bersama Hamid Awaluddin dalam Podcast Bang Don Zuper Opini yang akan tayang hari ini Jumat 29 Mei 2026 di akun youtube Tutur TV pukul 15.00 WIB.

