Jakarta (tutur.co.id) – Karyawati Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadhynna, menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi, Senin malam 27 April 2026. Kabar ini disampaikan oleh Executive Vice President of Corporate Secretary PT Kereta Api Indonesia Wisnu Pramudya pada Selasa 28 April 2026.
Sebagai catatan, Ainia berkerja sebagai news production support di Kompas TV. Jenazah Ainia saat ini sudah dibawa ke RS Polri Jakarta Timur untuk proses identifikasi. Kabar meninggalnya Ainia ini juga dibenarkan manajemen Kompas TV.
“Benar (salah satu korban adalah Aina),” kata Wakil Pimpinan Redaksi KOMPAS TV, Martian Damanik.
Hal ini juga terkonfirmasi dalam konferensi pers oleh Rumah Sakit Polri Kramat Jati yang telah mengidentifikasi 10 jenazah yang diterima sejak Selas (28/4/2026) dini hari.
“Jenazah dengan nomor PM 010 teridentifikasi dengan data primer sidik jari dan sekunder dari properti dengan nomor AM 008 sebagai Nur Ainia Eka Rahmadina, 32 tahun, dari Tambun Selatan Bekasi,” ujar Karo Dokpol Polri Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan.
Sebelumnya, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin malam.
Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Akibat kejadian tersebut, 14 penumpang KRL tewas hingga pukul 08.45 WIB, berdasarkan data terbaru yang disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Senin 28 April 2026.

