Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Rusia Tuding Pentagon Manfaatkan Starlink untuk Intervensi Global

Rusia Tuding Pentagon Manfaatkan Starlink untuk Intervensi Global

Internasional Deba Salamah28 Mei 2026 / 08:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Layanan internet satelit Starlink
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Moskow (tutur.co.id) – Pemerintah Rusia menuduh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memanfaatkan layanan internet satelit Starlink untuk mencampuri urusan dalam negeri sejumlah negara. Tuduhan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Alimov dalam Forum Keamanan Internasional di Moskow, Rabu waktu setempat. 

Dalam pernyataannya, Alimov menyoroti penggunaan sistem komunikasi satelit Orbit Rendah Bumi atau Low Earth Orbit (LEO), khususnya Starlink, yang dinilai dapat beroperasi tanpa melalui regulator nasional di berbagai negara.

“Bukan rahasia lagi bahwa teknologi ini, khususnya Starlink, yang menyediakan akses internet tanpa melalui regulator nasional, digunakan untuk campur tangan dalam urusan internal negara, termasuk untuk mengorganisir protes,” kata Alimov. 

Menurut Alimov, SpaceX sebagai perusahaan pengelola Starlink secara terbuka memiliki hubungan kerja sama dengan Pentagon. Ia menilai ekspansi layanan internet satelit tersebut memberi kemampuan baru bagi pihak tertentu untuk memengaruhi masyarakat di negara lain.

“Kita sekarang melihat bagaimana perusahaan ini berkembang di pasar global dengan dalih kemudahan komunikasi satelit, secara efektif memperoleh kemampuan untuk memengaruhi penduduk negara lain. Ini tidak diragukan lagi merupakan tren yang mengkhawatirkan,” ujarnya. 

Rusia pun mendorong adanya regulasi internasional yang lebih transparan terhadap penggunaan teknologi komunikasi satelit global. Moskow menilai operator layanan internet satelit wajib mematuhi hukum nasional di setiap negara tempat mereka beroperasi. 

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap peran teknologi satelit dalam komunikasi sipil maupun militer. Starlink sendiri telah digunakan di berbagai wilayah konflik dan daerah terpencil karena kemampuannya menyediakan akses internet berkecepatan tinggi tanpa bergantung pada infrastruktur darat. 

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Pentagon maupun SpaceX terkait tuduhan yang dilontarkan Rusia tersebut.

Baca Juga  Permias AS Taruh Harapan pada Kunjungan Prabowo ke AS: Soroti Perlindungan WNI dan Hilirisasi Riset
Amerika Serikat Departemen Pertahanan headline internet satelit pentagon Rusia Starlink
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePensiunnya Valentino Rossi Sempat Turunkan Popularitas MotoGP di Italia
Next Article Lokasi Layanan SIM Keliling 28 Mei 2026

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Daftar 5 Orang Terkaya di Asia Tenggara, Hartanya Tembus Rp1.689 Triliun, Ada Orang Indonesia?

Gusti Tetiro29 Juni 2026 / 15:38 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.