Moskow (tutur.co.id) – Pemerintah Rusia menuduh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memanfaatkan layanan internet satelit Starlink untuk mencampuri urusan dalam negeri sejumlah negara. Tuduhan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Alimov dalam Forum Keamanan Internasional di Moskow, Rabu waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Alimov menyoroti penggunaan sistem komunikasi satelit Orbit Rendah Bumi atau Low Earth Orbit (LEO), khususnya Starlink, yang dinilai dapat beroperasi tanpa melalui regulator nasional di berbagai negara.
“Bukan rahasia lagi bahwa teknologi ini, khususnya Starlink, yang menyediakan akses internet tanpa melalui regulator nasional, digunakan untuk campur tangan dalam urusan internal negara, termasuk untuk mengorganisir protes,” kata Alimov.
Menurut Alimov, SpaceX sebagai perusahaan pengelola Starlink secara terbuka memiliki hubungan kerja sama dengan Pentagon. Ia menilai ekspansi layanan internet satelit tersebut memberi kemampuan baru bagi pihak tertentu untuk memengaruhi masyarakat di negara lain.
“Kita sekarang melihat bagaimana perusahaan ini berkembang di pasar global dengan dalih kemudahan komunikasi satelit, secara efektif memperoleh kemampuan untuk memengaruhi penduduk negara lain. Ini tidak diragukan lagi merupakan tren yang mengkhawatirkan,” ujarnya.
Rusia pun mendorong adanya regulasi internasional yang lebih transparan terhadap penggunaan teknologi komunikasi satelit global. Moskow menilai operator layanan internet satelit wajib mematuhi hukum nasional di setiap negara tempat mereka beroperasi.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap peran teknologi satelit dalam komunikasi sipil maupun militer. Starlink sendiri telah digunakan di berbagai wilayah konflik dan daerah terpencil karena kemampuannya menyediakan akses internet berkecepatan tinggi tanpa bergantung pada infrastruktur darat.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Pentagon maupun SpaceX terkait tuduhan yang dilontarkan Rusia tersebut.

