Jakarta (tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah. Seluruh hewan kurban tersebut berasal dari peternak lokal dan terdiri atas sapi premium dengan bobot mulai dari 800 kilogram hingga mencapai 1,3 ton.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan sapi-sapi yang disalurkan Presiden berasal dari berbagai jenis unggulan, di antaranya Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, Friesian Holstein (FH), Belgian Blue, hingga Charolais.
“Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal sehingga diharapkan momentum ini mereka dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi,” kata Juri dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/5).
Menurut Juri, seluruh sapi kurban Presiden telah memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat Islam. Hewan-hewan tersebut memiliki sertifikat kesehatan, berusia di atas dua tahun, berjenis kelamin jantan, dan tidak memiliki cacat fisik.
Proses pengadaan sapi dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Presiden, Kementerian Pertanian, dinas peternakan dan kesehatan hewan daerah, serta Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI).
Juri menjelaskan Presiden Prabowo ingin momentum Idul Adha tidak hanya menjadi bentuk ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga mendorong penguatan industri peternakan nasional.
“Bapak Presiden juga berharap supaya ini juga momentum untuk pengembangan industri peternakan di Indonesia secara mandiri dan memenuhi kebutuhan pangan, khususnya daging sapi dalam negeri,” ujarnya.
Presiden juga mengarahkan agar sapi kurban tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran dilakukan melalui pemerintah daerah, lembaga sosial keagamaan, pondok pesantren, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama yang dipercaya.
Dari total 1.098 sapi kurban, sebanyak 598 ekor dialokasikan untuk 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sementara 500 ekor lainnya disalurkan kepada lembaga pendidikan, pesantren, organisasi sosial keagamaan, serta tokoh masyarakat dan agama.
Juri menambahkan, jumlah sapi yang disalurkan ke daerah lebih banyak dibanding jumlah wilayah penerima karena terdapat 46 daerah yang tidak memiliki sapi sesuai standar bobot yang ditetapkan Presiden. Untuk daerah tersebut, pemerintah menggantinya dengan dua ekor sapi.
“Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar,” kata Juri.
Anggaran pengadaan sapi kurban itu berasal dari APBN melalui pos bantuan presiden untuk kemasyarakatan. Nilai sapi disesuaikan dengan bobot dan kondisi harga di masing-masing daerah.
Sementara itu, untuk Masjid Istiqlal Jakarta, Presiden Prabowo menyerahkan satu ekor sapi jenis Simmental dengan bobot mencapai 1,3 ton, menjadikannya salah satu sapi kurban terbesar dalam program tahun ini.

