Jakarta (tutur.co.id) – PT Aqua Farm Nusantara baru saja melaporkan hambatan investasi terkait ketidakselarasan kuota budidaya ikan di Danau Toba kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sidang debottlenecking di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa 19 Mei 2026. Lantas siapa sebenarnya perusahaan yang disebut dimiliki oleh investor Swiss?
Dikutip dari laman resmi regalspringcom Selasa 19 Mei 2026, PT Aqua Farm Nusantara atau dikenal juga sebagai Regal Springs Indonesia adalah perusahaan budidaya dan pengolahan perikanan yang berkantor pusat di Medan, Sumatera Utara. Perusahaan ini memproduksi Naturally Better Tilapia yakni ikan yang diakuinya memiliki kualitas tinggi untuk pasar dalam negeri dan ekspor dan telah memenuhi standar internasional
Perusahaan memiliki operasi di Sumatera Utara dan Jawa Tengah dengan total karyawan sekitar 4.000 orang yang diisi sebagian besar oleh masyarakat sekitar. Tak hanya di Indonesia, mereka juga hadir di Amerika, Meksiko, Henduras dan Eropa.
PT Aqua Farm Nusantara saat ini menjalankan program keberlanjutan “KAMI PEDULI”. Program ini disebut-sebut sebagai program keberlanjutan terpadu pertama di dunia dalam bidang akuakultur untuk Tilapia.
Program sejalan dengan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) PBB. Perusahaan juga berkomitmen bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan dalam setiap operasinya.
Kini perusahaan tersebut sedang berjuang menyelesaikan hambatan investasinya di Danau Toba melalui sidang debottlenecking mengenai ketidakselarasan kuota budidaya ikan di Danau Toba yang telah diatur dalam Perpres Nomor 60 Tahun 2021.

