Manchester (Tutur.co.id) – Manchester City mulai menyusun rencana jangka panjang untuk menghadapi masa setelah Pep Guardiola. Meski pelatih asal Spanyol itu masih terikat kontrak hingga 2027, manajemen klub disebut sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kesinambungan proyek tim.
Laporan yang beredar menyebut City telah memiliki kesepakatan prinsip dengan sosok yang diproyeksikan menjadi penerus Guardiola di kursi pelatih. Namun, hingga saat ini klub belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas calon pengganti tersebut.
Guardiola sendiri masih menjadi figur sentral dalam kesuksesan Manchester City dalam beberapa musim terakhir. Di bawah kepemimpinannya, City berhasil mendominasi kompetisi domestik Inggris dan meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub. (premierleague.com)
Meski begitu, manajemen klub dinilai mulai realistis mempersiapkan transisi agar tidak mengalami penurunan performa ketika era Guardiola benar-benar berakhir. City disebut ingin memastikan filosofi permainan dan struktur klub tetap berjalan stabil dalam jangka panjang.
Sejumlah nama sebelumnya sempat dikaitkan dengan Manchester City, termasuk Michel dari Girona, Ruben Amorim, hingga Xabi Alonso. Namun, nama yang kini disebut paling kuat menjadi penerus pelatih asal Spanyol tersebut adalah Enzo Maresca.
Maresca dinilai sebagai sosok yang memahami filosofi permainan Manchester City setelah sebelumnya menjadi bagian dari staf pelatih Guardiola. Kedekatan metode kerja dan pendekatan taktik membuat pelatih asal Italia itu dianggap cocok melanjutkan proyek yang sudah dibangun City dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut sejumlah laporan media Inggris, manajemen City telah melakukan komunikasi internal terkait kemungkinan menjadikan Maresca sebagai suksesor Guardiola di masa depan. Meski belum ada keputusan resmi, City disebut sudah menyiapkan kerangka kesepakatan untuk proses transisi tersebut
Maresca sendiri saat ini menangani Chelsea dan dinilai menunjukkan perkembangan positif bersama klub London tersebut. Ia berhasil membawa Chelsea tampil lebih stabil sekaligus mulai membangun identitas permainan berbasis penguasaan bola dan pressing tinggi, gaya yang identik dengan Guardiola.
Sebelum melatih Chelsea, Maresca sempat menjadi asisten Guardiola di Manchester City dan turut membantu klub meraih treble winners pada musim 2022/2023. Pengalaman tersebut membuatnya memahami struktur kerja dan kultur klub secara mendalam.

