Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Perpanjang SIM Lebih Mudah, Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta 13 Juli 2026
  • Bagaimana Cara Inggris Menghentikan Lionel Messi?
  • Tak Ada Juara Baru! Piala Dunia 2026 Kembali Jadi Milik Para Penguasa Lama
  • UMiMAX Pertamina Targetkan 1.000 Tambahan Penerima Manfaat
  • Panduan Lengkap: Cara Cek Penerima Bansos Kemensos Terbaru Lewat HP
  • Profil Empat Semifinalis Piala Dunia 2026, Siapa Pantas Juara?
  • Sampai Kapan Bellingham Bisa Terus Menjadi Penyelamat Inggris?
  • Tanggapan IPW Soal Skandal Jampidsus Febrie Adriansyah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Sepakbola»Bagaimana Cara Inggris Menghentikan Lionel Messi?

Bagaimana Cara Inggris Menghentikan Lionel Messi?

Sepakbola Deba Salamah13 Juli 2026 / 07:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kapten Timnas Argentina Lionel Messi (Antara/Reuters/Hannah McKay/bar)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Atlanta (Tutur.co.id) – Semifinal Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel klasik antara Argentina vs Inggris, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini dipastikan menjadi salah satu laga paling dinanti karena mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia dengan sejarah panjang rivalitas di panggung internasional.

Namun, sorotan utama kali ini tertuju kepada Lionel Messi. Menariknya, meski telah mencatat lebih dari 200 penampilan bersama Argentina dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Albiceleste dengan 125 gol, Messi belum pernah sekalipun menghadapi Inggris di level senior.

Catatan tersebut akhirnya akan berakhir di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, ketika pasukan Thomas Tuchel berusaha menghentikan langkah sang juara bertahan menuju final Piala Dunia 2026.

Baik Inggris maupun Argentina datang ke semifinal setelah melewati laga yang sangat melelahkan. Inggris mengalahkan Norwegia 2-1 lewat babak perpanjangan waktu, sementara Argentina membutuhkan 120 menit untuk menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1.

Kini, pertanyaan besarnya adalah: bagaimana cara Inggris menghentikan Lionel Messi?

Sejumlah Pemain Inggris Sudah Pernah Menghadapi Messi

Meski sebagian besar skuad Inggris belum pernah berhadapan langsung dengan Messi, beberapa pemain senior memiliki pengalaman menghadapi megabintang Argentina tersebut di level klub.

Harry Kane Pernah Bertarung Melawan Messi di Liga Champions

Kapten Inggris, Harry Kane, pernah menghadapi Messi saat masih memperkuat Tottenham Hotspur pada fase grup Liga Champions musim 2018/2019.

Pada pertemuan pertama di Wembley, Messi tampil luar biasa dengan mencetak dua gol dalam kemenangan Barcelona 4-2. Kane juga mencatatkan namanya di papan skor, tetapi gagal menghindarkan Tottenham dari kekalahan.

Pada laga kedua di Camp Nou, Tottenham berhasil menahan Barcelona 1-1 berkat gol Lucas Moura. Hasil itu memastikan Spurs lolos ke babak gugur hingga akhirnya melaju ke final Liga Champions.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Kane menjelang duel melawan Messi di semifinal nanti.

John Stones Pernah Jadi Korban Hat-trick Messi

Bek tengah Inggris, John Stones, juga memiliki pengalaman pahit saat menghadapi Messi bersama Manchester City. Pada Liga Champions musim 2016/2017, City dibantai Barcelona 4-0 di Camp Nou dengan Messi mencetak hat-trick.

Baca Juga  Republik Ceko vs Afrika Selatan: Menjaga Asa di Piala Dunia 2026

Meski demikian, City mampu membalas pada pertemuan kedua dengan kemenangan 3-1 di Etihad Stadium. Stones bahkan pernah mengakui bahwa Messi merupakan lawan tersulit yang pernah dihadapinya sepanjang karier profesional.

Jordan Henderson Punya Kenangan Manis

Di antara pemain Inggris lainnya, Jordan Henderson memiliki pengalaman paling menyenangkan ketika menghadapi Messi. Sebagai kapten Liverpool, Henderson menjadi bagian dari comeback legendaris saat membalikkan keadaan dari kekalahan 0-3 menjadi kemenangan 4-0 atas Barcelona pada semifinal Liga Champions 2019.

Messi memang tampil gemilang pada leg pertama, tetapi Liverpool berhasil mematikan pengaruhnya di Anfield sebelum akhirnya menjuarai Liga Champions musim tersebut.

Swiss Memberikan “Cetak Biru” Cara Menghentikan Messi

Sepanjang Piala Dunia 2026, hampir tidak ada tim yang mampu membatasi pengaruh Lionel Messi. Kapten Argentina itu telah mengoleksi delapan gol dalam enam pertandingan, sejajar dengan Kylian Mbappe di puncak daftar top skor turnamen.

Namun, Swiss berhasil menunjukkan bahwa Messi tetap bisa dibatasi. Pada laga perempat final, Swiss menjadi tim pertama yang mampu membuat Messi gagal mencetak gol sepanjang turnamen.

Meski sempat memberikan assist untuk gol Alexis Mac Allister pada awal pertandingan, Messi kemudian kesulitan menemukan ruang. Ia hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang 120 menit.

Kiper Swiss, Gregor Kobel, bahkan menjadi penjaga gawang pertama di Piala Dunia 2026 yang sukses menggagalkan Messi mencetak gol.

Keberhasilan Swiss bukan karena mematikan Messi secara individu, melainkan melalui organisasi permainan yang sangat disiplin. Tim asuhan Murat Yakin menjaga jarak antarlini tetap rapat sehingga Messi kesulitan menerima bola di area berbahaya.

Pendekatan tersebut membuat Argentina kehilangan ritme permainan untuk waktu yang cukup lama.

Thomas Tuchel Bisa Meniru Strategi Swiss

Penampilan Swiss memberikan referensi berharga bagi Thomas Tuchel. Selain berhasil membatasi ruang gerak Messi, Swiss juga memaksa Argentina memainkan sepak bola yang tidak nyaman bagi mereka.

Baca Juga  Dari OTT hingga Dicopot Prabowo, Begini Jatuh Bangun Kasus Pemerasan K3 Noel Ebenezer

Ada faktor lain yang bisa dimanfaatkan Inggris, yakni kondisi fisik Messi. Pemain berusia 39 tahun itu baru saja menjalani tiga pertandingan fase gugur dengan intensitas tinggi, termasuk dua laga yang harus berlangsung hingga 120 menit.

Meski pengalaman dan kualitasnya tidak perlu diragukan, akumulasi kelelahan tentu bisa mempengaruhi performanya di semifinal.

Selain itu, Messi dikenal tidak terlalu aktif membantu pertahanan ketika Argentina kehilangan bola. Celah tersebut bisa dimanfaatkan Inggris melalui transisi cepat, terutama lewat kecepatan pemain-pemain sayap mereka.

Kunci Inggris Bukan Hanya Menghentikan Messi

Meski fokus utama akan tertuju kepada Lionel Messi, Inggris tidak boleh terjebak hanya memikirkan satu pemain. Argentina masih memiliki banyak ancaman lain seperti Julian Alvarez, Lautaro Martinez, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, hingga Rodrigo De Paul yang mampu menentukan jalannya pertandingan.

Karena itu, Thomas Tuchel harus menemukan keseimbangan antara meredam Messi dan tetap menjaga organisasi permainan tim secara keseluruhan.

Pendekatan Swiss menunjukkan bahwa membatasi ruang gerak Messi jauh lebih efektif dibandingkan melakukan penjagaan individu secara ketat.

Kemungkinan besar Tuchel akan mengandalkan Declan Rice sebagai jangkar lini tengah untuk mempersempit ruang di depan pertahanan, sementara rekan-rekannya bertugas menutup jalur umpan menuju Messi.

Namun, Inggris juga tidak boleh bermain terlalu pasif. Jika terus bertahan di area sendiri, Argentina akan semakin leluasa mengendalikan permainan melalui penguasaan bola.

Sebaliknya, Inggris perlu memanfaatkan setiap transisi cepat untuk menyerang ruang yang ditinggalkan Messi ketika Argentina kehilangan bola.

Pertandingan ini diperkirakan ditentukan oleh detail-detail kecil. Apabila Inggris mampu membatasi pengaruh Lionel Messi tanpa kehilangan identitas permainan mereka sendiri, peluang untuk mencapai final Piala Dunia pertama sejak 1966 akan terbuka lebar.

Sebaliknya, jika Messi diberi sedikit saja ruang untuk mengendalikan tempo permainan, sang kapten Argentina berpotensi kembali menjadi pembeda dan membawa Albiceleste selangkah lebih dekat menuju upaya mempertahankan gelar juara dunia.

Argentina vs Inggris headline Inggris Lionel Messi Piala Dunia 2026 semifinal Thomas Tuchel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTak Ada Juara Baru! Piala Dunia 2026 Kembali Jadi Milik Para Penguasa Lama
Next Article Perpanjang SIM Lebih Mudah, Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta 13 Juli 2026

Berita Lainnya

Tak Ada Juara Baru! Piala Dunia 2026 Kembali Jadi Milik Para Penguasa Lama

13 Juli 2026 / 01:00 WIB

Panduan Lengkap: Cara Cek Penerima Bansos Kemensos Terbaru Lewat HP

12 Juli 2026 / 17:15 WIB

Profil Empat Semifinalis Piala Dunia 2026, Siapa Pantas Juara?

12 Juli 2026 / 17:00 WIB

Sampai Kapan Bellingham Bisa Terus Menjadi Penyelamat Inggris?

12 Juli 2026 / 16:00 WIB

Pelimpahan Kasus Blackout Listrik Kepolisian ke Kejaksaan Tabrak Aturan, Jeruk Makan Jeruk!

12 Juli 2026 / 14:11 WIB

Scaloni Akui Argentina Beruntung, tapi Keputusannya Justru Menuai Kontradiksi

12 Juli 2026 / 14:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Proyek Tanpa Izin, Tri Adhianto Sidak Penggalian di Bekasi Utara

Kristo Suryokusumo23 Februari 2026 / 18:30 WIB

Perpanjang SIM Lebih Mudah, Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta 13 Juli 2026

13 Juli 2026 / 07:31 WIB

Bagaimana Cara Inggris Menghentikan Lionel Messi?

13 Juli 2026 / 07:00 WIB

Tak Ada Juara Baru! Piala Dunia 2026 Kembali Jadi Milik Para Penguasa Lama

13 Juli 2026 / 01:00 WIB

UMiMAX Pertamina Targetkan 1.000 Tambahan Penerima Manfaat

12 Juli 2026 / 17:31 WIB

Panduan Lengkap: Cara Cek Penerima Bansos Kemensos Terbaru Lewat HP

12 Juli 2026 / 17:15 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.