Kulon Progo (tutur.co.id) – Hasil laboratorium warga Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, yang sebelumnya berstatus suspek Hantavirus akhirnya telah keluar. Hasilnya dinyatakan negatif oleh Kementerian Kesehatan RI.
“Pada tahun 2026 ini memang ada suspek hantavirus, tetapi hasilnya sudah keluar dua hari lalu dan hasilnya negatif,” kata Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih dilansir dari Antara pada Minggu 10 Mei 2026.
Menurut Susilaningsih, salah satu warga Kulon Progo yang sebelumnya diduga terkena penyakit hantavirus, telah menjalani pemeriksaan laboratorium Kemenkes dan diklarifikasi oleh Dinkes Kabupaten Kulon Progo dan Dinkes Provinsi DIY.
“Iya, (hasilnya) negatif. Ini informasi dari Kemenkes, Dinas Kesehatan DIY sudah klarifikasi ke pusat. Jadi di Kulon Progo tidak ada kasus di manusia yang positif hantavirus,” katanya.
Meskipun hasilnya negatif, masyarakat di Kabupaten Kulon Progo tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko penularan penyakit zoonosis tersebut, terutama terhadap tikus yang menjadi perantara penularan hantavirus.
Susilaningsih meminta masyarakat setelah beraktivitas di sawah atau mengikuti kerja bakti lingkungan, harus membiasakan diri untuk mencuci tangan memakai sabun supaya bisa mematikan kuman atau bakteri yang terbawa.
“Selalu terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan kebersihan di lingkungan agar tikus itu tidak masuk ke rumah, sehingga penularannya bisa dicegah. Kan penularan bisa lewat luka, kencingnya tikus, dan sebagainya,” terangnya.
Menurutnya, berdasarkan data pada 2025, kasus hantavirus pertama kali ditemukan di DIY pada enam orang dengan kasus positif dari surveilans sentinel rutin. Enam pasien itu sembuh, tidak ada kasus kematian, serta tidak ditemukan kasus lainnya.

