Putrajaya (tutur.co.id) – Serangan Covid-19 yang hingga saat ini masih terasa dampaknya membuat banyak negara belajar banyak dan tak ingin kecolongan lagi. Malaysia contohnya langsung bergerak cepat setelah muncul kabar wabah Hantavirus.
Ya, Malaysia langsung meningkatkan pemeriksaan kesehatan di semua titik masuk internasional, khususnya di sektor maritim, untuk mencegah masuknya hantavirus ke negara tersebut. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad.
Sang menteri juga meyakinkan publik bahwa hingga hari ini Minggu 10 Mei, belum ada kasus hantavirus yang dilaporkan di Malaysia atau yang melibatkan warga Malaysia. Namun, ia menekankan bahwa negara harus tetap waspada terhadap virus yang ditularkan oleh hewan pengerat ini.
“Kita tidak ingin menimbulkan kepanikan, tetapi kita juga tidak ingin masyarakat lengah. Tidak ada negara yang aman kecuali kita mengambil tindakan pencegahan dan tetap siap siaga,” kata Dzulkefly Ahmad dilansir dari The Strait Times.
Untuk memperkuat perbatasan negara, Dzulkefly mengatakan pengawasan ketat diberlakukan di sektor maritim, dengan inspeksi kesehatan diwajibkan untuk semua kapal dan perahu yang memasuki perairan Malaysia, terutama yang datang dari daerah berisiko tinggi.
Ia mengatakan bahwa hingga Mei, total 22.367 kapal dan perahu telah diperiksa di titik masuk Malaysia. Dari pemeriksaan tersebut, katanya, 2.421 sertifikat izin berlayar dan 1.146 sertifikat sanitasi kapal telah dikeluarkan.
“Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa kapal-kapal yang memasuki negara kita mematuhi persyaratan kesehatan dan sanitasi publik internasional,” kata sang menteri dalam konferensi pers di Cyberjaya tersebut.
Dzulkefly juga menguraikan pendekatan empat langkah yang diambil oleh kementerian untuk mengatasi ancaman tersebut, termasuk pengawasan global dan berbagi informasi, kontrol perbatasan yang ketat, pemantauan maritim yang ditargetkan, dan pemberdayaan masyarakat.
Jika Malaysia begitu sigap dan cepat dalam merespon wabah Hantavirus ini, bagaimana dengan Indonesia? Hingga saat ini, pemerintah Indonesia tampak masih santai-santai saja meski beberapa waktu lalu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjanjikan skrining jalur masuk Idonesia. Faktanya belum ada pemeriksaan-pemeriksaan terutama di titik-titik pelabuhan.

