Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Wijayanto Samirin: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Belum Aman, Tantangan Berat di Sisa 2026

Wijayanto Samirin: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Belum Aman, Tantangan Berat di Sisa 2026

Makro Toto Pribadi06 Mei 2026 / 18:34 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Wijayanto Samirin di acara podcast Bang Don Super Opini (Foto: Tutur)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Capaian tersebut berada di atas ekspektasi sejumlah pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan bergerak di kisaran 5 persen. Kinerja ekonomi pada awal tahun dinilai masih ditopang oleh konsumsi domestik dan percepatan belanja pemerintah.

Ekonom Senior Wijayanto Samirin menilai angka pertumbuhan tersebut tergolong realistis, meski tidak dapat disebut sebagai kejutan besar. Menurut dia, sejumlah momentum musiman pada awal tahun menjadi penopang utama aktivitas ekonomi nasional sehingga konsumsi rumah tangga tetap bergerak kuat.

“Angka tersebut realistis tetapi bukan suatu kejutan. Motor pertumbuhan adalah konsumsi, yang ditopang terutama oleh nataru, imlek dan lebaran yang jatuh hampir bersamaan. Belanja pemerintah yang digeber sejak bulan pertama, ikut berperan,” kata Wijayanto saat dimintai tanggapan oleh redaksi Tutur mengenai data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026.

Ia menjelaskan, kombinasi momentum Natal dan Tahun Baru, perayaan Imlek, serta Ramadan dan Idulfitri yang berdekatan menciptakan lonjakan konsumsi masyarakat dalam waktu relatif singkat. Situasi itu berdampak langsung pada peningkatan aktivitas perdagangan, transportasi, pariwisata, hingga sektor makanan dan minuman.

Selain faktor konsumsi, percepatan realisasi anggaran pemerintah sejak awal tahun disebut turut menjaga momentum pertumbuhan. Belanja kementerian dan lembaga yang lebih agresif dibanding tahun-tahun sebelumnya memberikan efek pengganda terhadap aktivitas ekonomi daerah dan sektor usaha yang bergantung pada proyek pemerintah.

Namun demikian, Wijayanto mengingatkan tantangan sesungguhnya justru akan terlihat pada kuartal II hingga kuartal IV 2026. Menurut dia, tekanan terhadap daya beli masyarakat masih berlanjut di tengah ketidakpastian global dan tekanan eksternal terhadap perekonomian nasional.

“Trend penurunan daya beli terus terjadi, volatilitas rupiah membuat dunia usaha wait and see, imported inflation meningkat akibat kenaikan harga energi, komoditas dan biaya logistik,” ujarnya.

Baca Juga  FIFA Siapkan Hadiah Terbesar Sepanjang Sejarah untuk Piala Dunia 2026

Ia juga menyoroti potensi pengetatan belanja daerah akibat keterbatasan fiskal pemerintah daerah setelah pemotongan transfer ke daerah. Di sisi lain, ancaman El Nino dinilai dapat memperbesar risiko inflasi pangan pada semester kedua tahun ini. Kondisi tersebut berpotensi menekan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

ekonomi Indonesia headline pertumbuhan ekonomi Pertumbuhan ekonomi 2026 Wijayanto Samirin
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDua Kapal yang Angkut Personel Militer AS Diserang di Selat Hormuz
Next Article Kabar Gembira, AS dan Iran Dikabarkan Bakal Teken MoU Satu Halaman

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kejari Jaksel Limpahkan Kasus Roy Suryo dan dr Tifa ke PN Jaktim

Toto Pribadi22 Juni 2026 / 19:09 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.