Jakarta (tutur.co.id) — Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak dalam rentang support 7.000, pivot 7.100, hingga resistance 7.150.
IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat 1,22% ke level 7.057,11, didorong oleh kenaikan saham sektor perbankan dan konglomerasi setelah sempat tertekan di awal sesi.
“Secara teknikal, IHSG hari ini diprediksi menguji level 7.100–7.150,” tulis Phintraco dalam risetnya.
Dari sisi indikator, stochastic RSI mengindikasikan potensi pembalikan arah dari area oversold, sementara histogram negatif MACD mulai menyempit, menandakan tekanan jual yang mereda.
Dari sisi fundamental, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tercatat kontraksi 0,77% secara kuartalan (QoQ), namun lebih baik dari ekspektasi. Secara tahunan, ekonomi justru tumbuh 5,61%, meningkat dari 5,39% pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi masyarakat selama momentum Imlek, Ramadan, dan Idulfitri.
Selain itu, kebijakan Otoritas Jasa Keuangan turut menjadi sentimen positif. OJK memperpanjang kebijakan buyback saham tanpa RUPS hingga September 2026 serta menunda implementasi short selling, guna menjaga stabilitas pasar di tengah ketidakpastian global.
Dalam kondisi tersebut, Phintraco merekomendasikan lima saham yang dinilai berpotensi mencetak cuan, yakni SSIA, RAJA, CUAN, CDIA, dan BBRI.

