Madrid (Tutur.co.id) – Pemerintah Spanyol menyatakan tidak akan bergabung dalam operasi militer yang direncanakan di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menegaskan bahwa negaranya memilih untuk tidak terlibat dalam operasi militer yang dipimpin Amerika Serikat.
“Kami tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer di Selat Hormuz,” ujar Albares.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Spanyol lebih mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi dibandingkan pendekatan militer.
“Solusinya harus melalui diplomasi, bukan aksi militer,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas upaya Amerika Serikat mengajak sejumlah negara sekutu untuk terlibat dalam misi pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu rute penting bagi distribusi energi global.
Keputusan Spanyol sejalan dengan sikap beberapa negara Eropa lainnya yang juga memilih untuk tidak terlibat dalam operasi militer di kawasan tersebut. Pemerintah Spanyol menilai keterlibatan militer berpotensi meningkatkan eskalasi konflik yang saat ini masih berlangsung.
Meski menolak keterlibatan militer, Spanyol tetap menyatakan dukungan terhadap upaya menjaga stabilitas kawasan melalui kerja sama internasional, khususnya yang bersifat non-militer.

