Manchester (Tutur.co.id) – Penyerang Manchester United, Matheus Cunha, menilai kehadiran pelatih interim Michael Carrick memberikan dampak signifikan terhadap tim, termasuk menghadirkan kembali nuansa yang mengingatkan pada era Alex Ferguson.
Cunha menyebut Carrick memiliki pendekatan yang mampu membangkitkan kembali identitas klub, terutama dalam hal mentalitas dan cara bermain.
“Saya pikir dia memiliki magis seperti zaman Ferguson. Kemudian dia datang dan membawanya kepada kami, mengajari kami bagaimana hal itu dulu adanya,” ujar Cunha.
Menurutnya, perubahan tersebut terasa sejak Carrick ditunjuk sebagai pelatih sementara pada Januari lalu. Di bawah kepemimpinannya, Manchester United mampu memperbaiki posisi di klasemen dan mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Keberhasilan itu menjadi salah satu alasan munculnya dukungan dari para pemain agar Carrick dipertahankan sebagai pelatih permanen. Cunha menilai metode kepelatihan Carrick memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri tim.
“Menjadi bagian dari semua yang dia lakukan adalah sebuah kesenangan, dan tentu saja saya pikir dia layak mendapatkannya,” kata Cunha.
Carrick sendiri ditunjuk untuk menggantikan pelatih sebelumnya di tengah kondisi tim yang belum stabil. Dalam waktu relatif singkat, ia mampu membawa perubahan dengan hasil yang lebih konsisten.
Selain Cunha, beberapa pemain lain juga menunjukkan dukungan terhadap Carrick. Mereka menilai pendekatan pelatih berusia 44 tahun itu mampu mengembalikan semangat tim untuk bersaing di level tertinggi.
Meski demikian, Cunha mengingatkan bahwa Manchester United tidak boleh berhenti pada pencapaian saat ini. Ia menilai tim harus kembali bersaing memperebutkan gelar, seperti yang pernah dilakukan pada masa kejayaan klub.

