Jakarta (Tutur.co.id) – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menyatakan fokus utama dari keterlibatannya dalam ekosistem perusahaan teknologi, termasuk GoTo, adalah mendorong peningkatan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol).
Dalam keterangannya, pihak Danantara menegaskan bahwa setiap langkah investasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga dampak sosial-ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi para mitra pengemudi.
“Danantara Indonesia secara berkelanjutan mengevaluasi beragam peluang untuk melaksanakan mandat kami untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia,” ujar tim komunikasi Danantara.
Masuknya Danantara dalam ekosistem ini disebut menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki struktur industri, termasuk menekan potongan komisi yang selama ini dibebankan kepada pengemudi. Pemerintah sebelumnya menargetkan penurunan potongan aplikator hingga sekitar 8 persen dari sebelumnya yang bisa mencapai 10–20 persen.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat perlindungan bagi pengemudi, termasuk dalam aspek jaminan sosial dan keselamatan kerja. Pemerintah telah menyiapkan regulasi yang mengatur perlindungan pekerja transportasi online, sebagai bagian dari upaya memperbaiki kesejahteraan mereka.
Danantara menegaskan bahwa setiap keputusan investasi dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kesesuaian strategis, risiko, serta potensi manfaat jangka panjang.
“Kami tetap disiplin dalam menilai peluang berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental, profil risk-return, dan penciptaan nilai jangka panjang,” lanjut pernyataan tersebut.

