Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,60% ke level 7.099 pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Penguatan ini terjadi di tengah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% (yoy). Lantas, apakah sentimen positif ini cukup kuat untuk menopang reli pasar dan saham mana yang layak dicermati investor hari ini?
Pada awal sesi perdagangan, sebanyak 298 saham tercatat menguat, sementara 172 saham melemah dan 494 lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp1,23 triliun dengan volume 2,01 miliar saham dari 154,8 ribu transaksi, mencerminkan aktivitas pasar yang cukup aktif.
Penguatan IHSG tidak lepas dari sentimen makro yang positif, terutama data pertumbuhan ekonomi yang melampaui ekspektasi pasar. Kondisi ini memberi sinyal bahwa fundamental ekonomi domestik masih solid di tengah tekanan global.
Dari sisi teknikal, analis melihat peluang berlanjutnya fase bullish consolidation. IHSG yang sebelumnya berada di area oversold kini mulai menunjukkan tanda rebound, didukung oleh penguatan saham-saham big caps, khususnya sektor perbankan dan konglomerasi.
Namun demikian, pelaku pasar tetap mencermati sejumlah risiko eksternal. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan di kisaran Rp17.400 per dolar AS, sementara pasar global menanti rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (Non-Farm Payroll) yang berpotensi memengaruhi arah suku bunga global.
Sejumlah analis pun memberikan rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini. Korea Investment & Sekuritas Indonesia merekomendasikan beli saham PADI dan ENRG, sementara Sinarmas Sekuritas menyarankan strategi speculative buy pada INDY, TAPG, dan ADRO.
Di tengah sentimen positif ini, investor diingatkan untuk tetap disiplin dalam manajemen risiko dan selektif dalam memilih saham, terutama yang memiliki fundamental kuat dan potensi pembalikan tren.

