Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Iran Tuduh AS Berbohong Soal Biaya Perang

Iran Tuduh AS Berbohong Soal Biaya Perang

Internasional Deba Salamah02 Mei 2026 / 03:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Teheran (Tutur.co.id) – Ketegangan antara Teheran dan Washington kembali mengeras, kali ini lewat perang narasi soal biaya konflik. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Amerika Serikat tidak jujur dalam mengungkap beban finansial perang yang tengah berlangsung.

Dalam unggahannya di platform X pada Jumat (1/5/2026), Araghchi menyebut Pentagon telah “berbohong” mengenai angka resmi biaya perang. Ia mengklaim total pengeluaran sebenarnya telah mencapai sekitar 100 miliar dolar AS, jauh lebih besar dari yang disampaikan secara publik.

“Spekulasi berisiko Benjamin Netanyahu telah secara langsung merugikan Amerika sebesar 100 miliar dolar AS sejauh ini, empat kali lipat dari yang diklaim,” tulisnya.

Menurut Araghchi, beban tersebut tidak hanya berhenti pada angka resmi. Ia menyebut biaya tidak langsung yang ditanggung masyarakat Amerika jauh lebih besar, bahkan berdampak langsung pada rumah tangga.

“Tagihan bulanan bagi setiap rumah tangga Amerika mencapai 500 dolar AS dan terus meningkat cepat,” ujarnya.

Ia juga melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Washington, khususnya dalam hubungannya dengan Israel.

“Israel First selalu berarti America Last,” tulis Araghchi.

Pernyataan ini muncul tak lama setelah pejabat Pentagon, Jules Hurst, dalam kesaksiannya di Kongres pada Rabu, menyebut bahwa operasi militer yang diberi nama Operation Epic Fury baru menghabiskan sekitar 25 miliar dolar AS.

Perbedaan angka yang mencolok ini mencerminkan perbedaan perspektif di antara kedua pihak yang berkonflik.

Ketegangan bermula sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran membalas dengan menargetkan kepentingan AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global.

Upaya meredakan situasi sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan. Gencatan senjata diumumkan pada 8 April, disusul pembicaraan di Islamabad pada 11–12 April. Namun, perundingan tersebut berakhir tanpa kesepakatan konkret.

Baca Juga  Menkeu Purbaya Sidak ke Pasar Tanah Abang, Jauh dari Resesi Apalagi Krisis

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak atas permintaan Pakistan, tanpa menetapkan batas waktu baru.

Abbas Araghchi Amerika Serikat headline iran pentagon Perang Timur Tengah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMercedes Bidik Dominasi di GP Miami 2026
Next Article 7 Rekomendasi Wisata Heritage di Yogyakarta untuk Akhir Pekan

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

28 juta Orang Alami Gangguan Jiwa, Kenali Faktor Penyebabnya

Galuh Parantri21 Januari 2026 / 10:30 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.