Jakarta (tutur.co.id) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengerahkan sebanyak 1.400 petugas kebersihan untuk menjaga area peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 tetap bersih di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan, pengerahan ribuan petugas ini merupakan bagian dari upaya memastikan kegiatan May Day berjalan lancar, nyaman, dan tetap menjaga kebersihan ibu kota.
“May Day tahun ini menjadi momentum kolaborasi seluruh elemen. Kami ingin memastikan kegiatan berjalan lancar, nyaman, dan Jakarta tetap bersih,” ujar Dudi dalam keterangannya, seperti dilansir Antara, Kamis (30/4/2026).
Para petugas tersebut merupakan gabungan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup di lima wilayah kota administrasi serta Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPSBA). Mereka akan bekerja dalam dua shift, yakni pukul 08.00–14.00 WIB dan pukul 14.00 WIB hingga kegiatan selesai.
Selain menyiapkan personel, Pemprov DKI juga mengerahkan berbagai sarana penunjang kebersihan. Fasilitas tersebut ditempatkan di area Monas, taman Monas, serta sejumlah kantong parkir seperti Lapangan Banteng, Kemayoran, dan kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Adapun sarana yang disiagakan meliputi 18 unit road sweeper, 12 unit truk anorganik, 12 unit truk compactor, 6 unit mobil lintas, 112 tempat sampah (dustbin), 23 bus toilet, 23 toilet portabel, serta 1.400 kantong plastik.
Tak hanya itu, tempat sampah terpilah juga disediakan di berbagai titik. Kategori sampah yang dipisahkan meliputi sampah organik (mudah terurai), material daur ulang seperti plastik dan karton, serta sampah residu.
Dudi mengimbau seluruh peserta aksi untuk turut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.
“Menjaga kebersihan Jakarta adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh peserta May Day untuk memilah sampah dan menjaga fasilitas umum,” katanya.
Peringatan May Day 2026 di Monas diperkirakan akan dihadiri sekitar 300.000 buruh dari berbagai daerah, serta dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi pekerja, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong antara buruh, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.

