Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Rupiah Babak Belur, DPR Cium Potensi Lonjakan Harga Barang

Rupiah Babak Belur, DPR Cium Potensi Lonjakan Harga Barang

Finance Toto Pribadi25 April 2026 / 14:02 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) –  Melemahnya nilai tukar rupiah yang merosot di angka Rp17.300 per dolar AS menjadi sinyal peringatan serius bagi stabilitas ekonomi nasional. Kondisi ini berpotensi menekan daya beli masyarakat dan memicu inflasi terutama akibat kenaikan barang impor plus biaya produksi.

Hal itu diungkapkan  anggota Komisi XI DPR Bertu Merlas dan mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret untuk meredam dampak pelemahan rupiah tersebut.

“Kondisi rupiah saat ini harus menjadi alarm bagi pemerintah. Pelemahan ini berdampak langsung pada kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Jika harga barang naik sementara pendapatan masyarakat stagnan, daya beli akan terpuruk,” ujar Bertu, Sabtu 25 April 2026.

Ia menjelaskan, pelemahan rupiah dapat menimbulkan efek domino terhadap industri, terutama yang bergantung pada bahan baku impor. Kenaikan biaya produksi berpotensi dibebankan kepada konsumen melalui peningkatan harga barang, yang pada akhirnya menekan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Bertu mengingatkan pentingnya pengendalian inflasi, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang paling rentan terdampak. Menurutnya,  tanpa intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, risiko ketidakstabilan sosial ekonomi akan semakin terbuka lebar.

Bertu juga menyoroti dilema kebijakan moneter. Upaya bank sentral menaikkan suku bunga untuk menahan pelemahan rupiah dinilai berisiko memperketat akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Jika suku bunga meningkat, akses pembiayaan bagi UMKM semakin sulit. Ini berdampak pada aktivitas usaha dan berpotensi menghambat penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, Bertu mengusulkan tiga langkah strategis yang perlu segera dilakukan pemerintah. Pertama, memperkuat operasi pasar dan memastikan distribusi bahan pokok berjalan dengan lancar guna mencegah lonjakan harga.

Baca Juga  Video: Anggaran BPOM Lebih Kecil Dari Pengadaan Kaos Kaki BGN, PDIP: Kok Bisa?

Kedua, memastikan bantuan sosial tepat sasaran agar kelompok rentan tetap mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. Lalu yang ketiga, memberikan kemudahan akses pembiayaan serta insentif fiskal bagi UMKM agar tetap produktif.

“Mengendalikan inflasi adalah kunci utama. Pemerintah harus memastikan pasokan aman dan harga stabil. Subsidi dan bantuan sosial harus benar-benar sampai kepada yang berhak,” pungkasnya.

DPR headline kenaikan harga Komisi XI DPR Kurs Rupiah kurs rupiah melemah rupiah melemah 2026
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRibuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dorong Sport Tourism Bali
Next Article BNI Antarkan Tim Indonesia Buka Asa di Piala Thomas 2026

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kontroversi VAR Warnai Kemenangan Arsenal atas West Ham

Deba Salamah12 Mei 2026 / 02:00 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.