London (Tutur.co.id) – Gol West Ham United yang dianulir saat menghadapi Arsenal pada lanjutan Liga Inggris memicu kembali perdebatan mengenai penggunaan VAR dan aturan kontak terhadap penjaga gawang. Keputusan tersebut dinilai menjadi salah satu momen paling menentukan dalam persaingan gelar juara musim ini.
Dalam pertandingan di London Stadium, Minggu (9/5/2026), Callum Wilson sempat mencetak gol penyeimbang pada menit ke-95 yang membuat skor berubah menjadi 1-1. Namun, setelah tinjauan VAR selama lebih dari empat menit, wasit Chris Kavanagh membatalkan gol tersebut karena menilai terjadi pelanggaran terhadap kiper Arsenal David Raya dalam proses gol.
VAR menilai pemain West Ham, Pablo, melakukan kontak yang menghalangi Raya saat berusaha mengantisipasi bola di kotak penalti. Keputusan itu memastikan Arsenal menang 1-0 lewat gol Leandro Trossard dan tetap menjaga peluang besar meraih gelar Liga Inggris musim ini.
Keputusan tersebut memicu reaksi dari berbagai pihak. Kubu West Ham mempertanyakan konsistensi penerapan aturan VAR, khususnya terkait kontak fisik di area penalti. Kapten West Ham Jarrod Bowen menilai kontak terhadap penjaga gawang merupakan bagian normal dari permainan sepak bola Inggris.
“Penjaga gawang memang lebih dilindungi dibanding pemain lain. Dalam sepak bola Inggris selalu ada kontak,” kata Bowen.
Pelatih West Ham Nuno Espirito Santo juga mengkritik ketidakjelasan standar pelanggaran dalam situasi bola mati.
“Bahkan wasit sendiri kadang tidak tahu mana pelanggaran dan mana yang bukan,” ujar Nuno.
Kontroversi tersebut memunculkan kembali desakan agar Premier League dan International Football Association Board (IFAB) mengevaluasi aturan mengenai duel fisik di kotak penalti, terutama dalam situasi sepak pojok dan perebutan bola udara. Sejumlah pengamat menilai aturan yang ada masih menimbulkan interpretasi berbeda antara wasit di lapangan dan VAR.
Meski menuai pro dan kontra, sejumlah mantan wasit dan analis pertandingan menilai keputusan membatalkan gol West Ham sudah sesuai aturan karena terdapat tarikan yang menghalangi pergerakan David Raya.
Kontroversi VAR dalam laga West Ham kontra Arsenal pun kembali memperlihatkan bagaimana teknologi tersebut terus menjadi bagian penting sekaligus perdebatan dalam kompetisi sepak bola Inggris.

